Mitos Dan Fakta Seputar Kesehatan Untuk Pencernaan Anak

Mitos Dan Fakta Seputar Kesehatan Untuk Pencernaan Anak

Bunda pasti kerap mendengar berbagai mitos yang beredar di masyarakat terkait kesehatan pencernaan si kecil. Namun bagaimana dengan fakta yang sebenarnya? Dan bagaimana peran nutrisi yang tepat dalam menjaga kesehatan pencernaan si kecil. Yuk simak ulasan berikut ini.

Gangguan fungsi saluran cerna menjadi masalah umum yang kerap di alami oleh anak anak dalam kesehatan mereka. Gangguan fungsi saluran cerna merupakan kondisi yang dapat terjadi pada sistem pencernaan. Gejalanya bisa beragam, seperti nyeri perut, diare, sembelit, kembung, mual dan mulas, yang kerap membuat si kecil rewel karena ketidaknyamanan yang dirasakan.

Mitos Dan Fakta Seputar Kesehatan Untuk Pencernaan Anak

Mitos dan Fakta Tentang Pencernaan Anak

Berikut ini beberapa mitos dan fakta tentang gangguan fungsi saluran cerna yang umumnya terjadi pada si kecil :

Minyak Angin atau Minyak Kayu Putih Sebagai Pereda Kembung
Mitos : Mengoleskan minyak angin atau minyak kayu putih dapat meredakan sakit perut pada si kecil

Fakta : Belum ada bukti klinis bahwa mengoleskan minyak angin atau minyak kayu putih dapat meredakan kembung pada si kecil. Namun, sensasi hangat yang ditimbulkannya dapat membuat si kecil merasa lebih nyaman. Perut kembung dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah mengonsumsi makanan penghasil gas seperti brokoli, kol, bawang dan kedelai.

Beberapa studi membuktikan bahwa konsumsi asupan laktosa yang direndahkan dan kaya serat dapat mengurangi risiko kembung dan gejala gangguan fungsi saluran cerna lainnya. Oleh sebab itu ibu dapat memberikan nutrisi dengan kandungan serat yang cukup dan laktosa rendah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kembung pada si kecil. Bila keluhan tampak sangat mengganggu si kecil dan tidak kunjung teratasi, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter.

Gumoh Dapat Memengaruhi Nutrisi Anak

Mitos : Gumoh dapat mengganggu keseimbangan nutrisi si kecil

Fakta : Mitos ini tidak sepenuhnya salah, karena selama terjadi dalam batas yang wajar, gumoh tidak perlu di khawatirkan, namun bila terjadi secara berlebihan, maka bisa saja hal ini memengaruhi nutrisi dan tumbuh kembangnya, sehingga patut untuk diwaspadai. Meski kerap mengkhawatirkan, sebenarnya gumoh adalah hal yang wajar terjadi dalam proses perkembangan si kecil, hal ini karena ukuran lambungnya masih kecil. Di usia ini juha, cincin otot yang menunjang proses minum atau menelan si kecil belum bisa bekerja dengan sempurna.

Tidak perlu khawatir, karena si kecil umumnya akan berhenti mengalami gumoh setelah melewati usia 6 bulan. Gumoh dan muntah perlu dibedakan, gumoh terjadi sesaat setelah mendapat asupan, biasanya terjadi dengan mudah, tanpa tekanan dari perut si kecil dari bersamaan dengan sendawa dalam jumlah yang sedikit. Sedangkan muntah memiliki aliran yang lebih kuat dari dalam perut hingga keluar dari mulut dalam jumlah banyak. Muntah kerap kali menandakan gangguan pada pencernaan si kecil, seperti infeksi saluran cerna. Jadi, bila gumoh dinilai berlebihan (kira kira hingga lebih dari 2 sendok makan), gumoh terjadi dengan tekanan kuat menyerupai muntah, serta gumoh menetap hingga diatas usia 6 bulan, jangan ragu untuk membawanya ke dokter.

Kopi Dapat Mengatasi Sembelit Pada Si Kecil

Mitos : Beberapa mitos yang berkembang dikalangan ibu menyebut memberikan kopi pada si kecil dapat mengatasi sembelit.

Fakta : Sembelit atau konstipasi adalah suatu keluhan sulit BAB yang sering dialami banyak orang termmasuk anak anak, kondisi ini secara utama berkaitan dengan kurangnya asupan serat dan kesehatan saluran cerna. Kopi memang dapat memancing aktivitas saluran cerna, namun disaat yang bersamaan kopi memancing peningkatan produksi urine, yang menyebabkan cairan banyak terbuang dari tubuh, termasuk pada pencernaan, ini dapat membuat kotoran semakin kehilangan kelunakannya, dan menjadi lebih sulit unuk BAB.

Lebih jauhnya, anak anak bahkan belum bisa mencerna kopi dengan baik, dan kandungan kafein didalamnya dapat memberikan efek yang mengganggu seperti gelisah, berdebar-debar, sakit kepala, sulit tidur dan gangguan pencernaan.

Asupan makanan dan minuman yang mengandung serat dan prebiotik, dapat membantu mengurangi gejala sembelit dan gangguan saluran cerna lainnya. Serat menjaga dan membantu kinerja saluran cerna dengan baik. Selain itu makanan atau minuman yang mengandung prebiotik, termasuk galakto-oligosakarida (GOS) dan frukto-oligosakarida (FOS), juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan saluran cerna melalui fungsinya memelihara bakteri baik (probiotik) yang hidup di usus.

Nutrisi Tepat Untuk Kesehatan Pencernaan Si Kecil

Terlepas dari cara apapun yang dilakukan untuk menangani keluhan gangguan fungsi saluran cerna si kecil, mencegah selalu lebih baik dari mengobati. Ada rumus sederhana untuk menjaga sistem pencernaan si kecil tetap sehat, yaitu serat, cairan dan aktivitas fisik.

Untuk menjaga kesehatan pencernaan si kecil, ibu perlu memerhatikan kelengkapan asupan nutrisinya, seperti dengan memberikan asupan cukup serat dari buah, sayur, yoghurt dan biji bijian yang membantu penyerapan nutrisi, makanan berserat dan juga susu seringkali mengandung prebiotik seperti FOS dan GOS yang mampu mmeberi nutrisi bagi bakteri baik di usus, vitamin dan mineral (Vitamin A, B, C, dan D) juga zat besi baik dari daging sayuran hijau maupun susu.

Pastikan ibu mencukupi asupan cairan, dan memastikan higienitas makanan dan minuman si kecil. Selain itu, ajak si kecil untuk tetap aktif, guna memaksimalkan kinerja organ tubuhnya, termasuk saluran pencernaan dan daya tahan tubuhnya. Jika keluhan pencernaan si kecil semakin mengganggu jangan ragu untuk membawanya ke dokter.

Obat Menyembuhkan Mata Bengkak Anak Sesuai Penyebab

Obat Untuk Menyembuhkan Mata Bengkak Anak Sesuai Penyebab

Pilihlah obat mata bengkak sangat beragam. Mulai dari obat tetes mata yang dapat dibeli bebas atau harus melalui resep dokter, antibiotik yang diteteskan, hingga krim atau salep yang dioles. Menggunakan obat mata bengkak tergantung pada penyebab serta kondisi yang menyertainya.

Mata bengkak atau edema periorbital merupakan kondisi yang mengacu pada kelebihan cairna dalam jaringan ikat di sekitar mata. Mata bengkak seringkali terjadi di kelopak mata dan dapat mengganggu aktivitas anda. Kondisi ini bisa muncul akibat beberapa sebab, karena itu sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat mata bengkak.

Obat Untuk Menyembuhkan Mata Bengkak Anak Sesuai Penyebab

Memakai Obat Mata Bengkak Sesuai Penyebab

Pastikan terlebih dahulu apa penyebab mata bengkak, sebelum menentukan jenis obat mata bengkak yang akan digunakan. Selain itu, pengobatan mata bengkak juga perlu disesuaikan dengan derajat keluhan yang dirasakan.

Penyebab mata bengkak yang sering terjadi antara lain : Alergi, infeksi, dan cedera pada mata. Berikut adalah pengobatan untuk mata bengkak sesuai penyebabnya.

1. Alergi Pada Mata
Jika mata bengkak disebabkan oleh alergi, maka anda perlu menghindari faktor penyebab alergi. Untuk pengobatan, umumnya dokter akan memberi resep obat tetes mata seperti air mata buatan ( artificial tears) untuk membilas mata dari bahan penyebab alergi, dan antihistamin baik dalma bentuk tetes mata maupun obat minum. Dokter juga dapat memberikan kortikosteroid dalma bentuk tetes mata, untuk mengobati reaksi alergi yang lebih parah.

2. Infeksi Pada Mata
Mata bengkak akibat infeksi akan menimbulkan peradangan yang disebut konjungtivitis, konjungtivitis karena infeksi seringkali disebabkan oleh virus atau bakteri dan dapat menular. Meski demikian, mata bengkak akibat konjungtivitis virus biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Namun yang mengganggu. Namun jika mata bengkka diakibatkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberi resep antibiotik dalam bentuk tets mata atau salep mata. Jika mata bengkak disebabkan oleh kondisi seperti bintitan dan kalazion, anda bisa mengompres air hangat pada mata yang bengkak untuk membantu penyembuhan, sebelum menggunakan obat mata bengkak. Selain itu, saat mengalami mata bengkak akibat bintitan, hindari penggunaan make up disekitar mata, karena dapat menyebabkan infeksi berulang.

3. Cedera Mata
Cedera pada mata sering menyertai cedera pada bagian wajah dan kepala. Mata bengkak akibat cedera biasanya menimbulkan nyeri dan memar pada mata yang terluka. Cedera mata ringan dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Untuk mengatasi keluhan, anda perlu beristirahat dan memberikan kompres dingin selama sekitar 20 menit pada mata yang bengkak. Anda juga dapat mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol, jika diperlukan.

Tips Mencegah Mata Bengkak

Ada beberapa cara mencegah agar mata tidak bengkak. Diantaranya adalah sebagai berikut :
>> Menghindari penyebab alergi
Lakukan pemeriksaan alergi untuk mengetahui dengan pasti apa saja penyebab alergi yang anda alami. Dengan demikian, anda dapat menghindari penyebab penyebab tersebut untuk mencegah terjadinya mata bengkak
>> Gunakan pelindung mata
Bagi anda yang serinng melakukan aktivitas dengan risiko tinggi terkena cedera mata, penting untuk menggunakan pelindung mata. Kacamata khusus yang berbahan polycarbonate juga dapat melindungi anda dari sinar ultraviolet
>> Menggunakan obat tetes mata tanpa pengawet
Saat anda menggunakan obat tetes mata, gunakanlah obat atau produk yang tanpa pengawet. Hal itu dikarenakan obat tetes mata dengan pengawet kemungkinan mengandung zat iriatif yang dapat menyebabkan iritasi mata.
>> Menjaga kebersihan tubuh
Sering mencuci tangan dan menghentikan kebiasaan menyentuh mata dapat mengurangi risiko infeksi pada mata yang dapat menyebabkan mata bengkak. Jika diperlukan, gunakan handuk atau tisu bersih saat membersihkan wajah dan mata.
>> Rajin membersihkan lensa kontak
Bagi anda yang menggunakan lensa kontak, anda harus rutin membersihkan dan mengganti lensa kontak anda. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko infeksi mata atau iritasi.

Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar dapat diketahui penyebab mata bengkak yang anda alami, sehingga dapat memberikan pengobatan yang tepat dan juga aman. Jika anda mengalami hal yang tidak biasa pada mata anda, seperti merasa ada sesuatu yang menempel dimata, nyeri pada mata, pandangan kabur berhari hari dan terdapat gangguan penglihatan saat mata bengkak, maka sebaiknya segera kunjungi dokter agar diberi perawatan lebih lanjut.

Waspadai Terhadap Gejala Berat Badan Kurang Pada Si Kecil

Waspadai Terhadap Gejala Berat Badan Kurang Pada Si Kecil

Mengenali berbagai gejala si kecil mengalami gangguan pertumbuhan harus dipahami oleh para orang tua. Salah satu tanda yang terlihat yakni si kecil memiliki berat badan kurang. JIka si kecil bertubuh kurus, anda dianjurkan berhati hati. Pasalnya, ada banyak alasan dan penyebab dari berat badan kurang. Jika sikecil bertubuh kurus, anda dianjurkan berhati hati. Pasalnya, ada banyak alasan dan penyebab dari berat badan kurang, seperti faktor genetik, kurangnya asupan nutrisi serta kondisi medis tertentu.

Waspadai Terhadap Gejala Berat Badan Kurang Pada Si Kecil

Prevalensi Anak dengan Berat Badan Kurang di Indonesia

Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan RI tahun 2016, terdapat sekitar 8,9 persen anak yang mengalami berat badan dibawah normal (kurus) dan sekitar 3,7 persen yang masuk kesalam kategori sangat kurus.

Untuk mewaspadai berat badan kurang, anak anak perlu melakukan penimbangan berat badan secara rutin, yakni pada usia baru lahir hingga 5 tahun. Terdapat acuan berat badan normal untuk si kecil yang dikeluarkan dari Departemen kesehatan RI, yakni Kartu Menuju Sehat (KMS). Petugas kesehatan di Puskesmas dan Posyandu akan menimbang berat badan si kecil.

Jika setelah ditimbang hasil KMS menunjukan berat badan anak berada pada zona antara garis hitam dan garis merah (z score berada di antara angkat -3 SD sampai di dengan <-2SD), maka bunda harus berhati hati, karena berarti berat badan anak tersebut dibawah normal, yang jika tidak ditangani maka si kecil bisa saja mengalami malnutrisi.

Ini Kurus Yang Tidak Normal

Malnutrisi atau kekurangan gizi adalah masalah gizi yang umum ditemukan di seluruh dunia. WHO atau badan kesehatan dunia mempekirakan sekitar 181,9 juta atau 32 persen anak yang tinggal dinegara berkembang mengalami malnutrisi atau busung lapar, dan sekitar 5 juta kasus kematian anak dibawah usia 5 tahun didaerah tersebut disebabkan oleh malnutrisi.

Penting bagi anda untuk mengetahui penyebab si kecil mengalami berat badan kurang. Beberapa hal yang dapat menyebabkan si kecil memiliki berat badan kurang (underweight), diantaranya :

>> Faktor genetik
>> Kurang asupan gizi
Makanan menyediakan energi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil untuk membuatnya menjadi sehat. Jika si kecil tidak mendapatkan kalori dan nutrisi yang cukup, meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Ia bisa mengalami kekurangan gizi.

>> Kondisi medis tertentu :
– Mengalami infeksi
– Adanya masalah pada usus, jantung, hormon, paru-paru, dan juga hati.
– Anak anak dengan fibrosis kistik yang mengalami kesulitan menyerap nutrisi. Penyakit ini menyerang pankreas, yakni orga yang bertugas memproduksi enzim yang diperlukan untuk pencernaan.

Selain memiliki tubuh yang kurus, tanda lain yang dapat diperhatikan untuk mengetahui si kecil memiliki berat badan kurang, adalah tulang rusuk si kecil yang terlihat jelas saat anda memandikannya, ukuran pakaian yang tidak bertambah setelah beberapa bulan, berat tubuhnya yang tidak bertambah, serta rentan sakit.

Lakukan Ini Untuk Menambah Berat Badan Si Kecil

Berat badan kurang pada si kecil bukanlah hal yang dapat dianggap sepele. Selain menggunakan KMS, ibu juga dapat mewaspadai berat badan dan tumbuh kembang si kecil untuk memantau perkembangan berat badan si kecil. Ibu cukup memasukkan data data si kecil berupa berat badan, tanggal lahir, dan juga tinggi badan untuk melihat status pertumbuhan si kecil.

Penting bagi para ibu untuk selalu melakukan pengecekan rutin kondisi kesehatan si kecil ke puskesmas atau pos yandu terdekat. Jika berat badan si kecil tidak mengalami kenaikan selama dua kali pemeriksaan rutin berturut turut, maka segera bawalah buah hati anda ke petugas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagi bayi berusia dibawah 6 bulan, ASI merupakan sumber asupan utama. Apabila berat badan kurang terjadi pada usia ini, dimana bayi masih mengonsumsi ASI, konsultasikanlah dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Sementara untuk anak diatas usia 6 bulan yang mengalami berat badan kurang, beberapa cara ini dapat membantu si kecil untuk menambah berat badannya :

>> Biarkan si kecil mengonsumsi makanan berlemak, yang mengandung lemak baik. Anda dapat mengoleskan mentega ke rotinya, menambah parutan keju diatas pastanya, menambahkan mayones pada roti isinya. atau jika dia telah berumur 4 tahun atau lebih, anda dapat menambahkan selai kacang untuknya.
>> Berikan si kecil camilan berkalori timggi seperti keju, biskuit selai kacang, daging, atau yoghurt
>> Buatlah sup dengan menggunakan susu dan bukan air. Membuat sup dari susu berperan dalam menambah asupan kalori si kecil
>> Konsumsi buah pisang dan alpukat sebagai camilan diantara waktu makan
>> Konsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayuran dalam sehari
>> Pilihlah protein tanpa lemak. Seperti kacang kacangan, ikan, telur, dan sumber protein lainnya.

Selain itu, anda juga dapat memberinya asupan tambahan dalam bentuk susu dengan kalori dan nutrisi yang di formulasikan khusus untuk mencegah dan mengatasi kasus malnutrisi ini.

Kendati ingin menambah berat badan si kecil, bukan berarti anda bebas memberikan segala jenis asupan padanya. Jangan berikan asupan tinggi kalori yang kurang sehat, seperti minuman manis, permen, atau keik, karena minuman dan makanan tersebut tidak mengandung nilai gizi yang baik.

Jika anda telah menerapkan beberapa cara diatas namun si kecil tetap memiliki tubuh yang kurus serta mengalami beberapa gejala underweight, ada baiknya anda segera konsultasikan kondisi buah hati anda ke dokter spesia;is anak atau ahli gizi.

Cara Mengenali Dan Mengatasi Katarak Pada Bayi dan Anak

Cara Mengenali Dan Mengatasi Katarak Pada Bayi dan Anak

Katarak pada bayi disebut juga katarak kongenital. Katarak kongenital. Katarak umum dialami oleh pada lanjut usia (lansia). Nyatanya katarak pada bayi dan anak juga dapat terjadi. Katarak jenis ini juga dapat menyebabkan kebutaan, sehingga penting untuk mengatasi katarak pada bayi sedini mungkin.

Katarak pada bayi dan anak dapat dideteksi sedini mungkin. Perhatikan bagian tengah mata bayi atau anak. Adanya warna abu abu atau putih pada bagian pupil dapat menjadi gejala katarak. Kondisi lain yang dapat dikenali adalah kurangnya respon mata terhadap benda bergerak didepannya. Gerakan mata yang tidak wajar atau nistagmus, juga dapat menjadi pertanda bahwa bayi anak mengalami katarak.

Cara Mengenali Dan Mengatasi Katarak Pada Bayi dan Anak

Penyebab Katarak Pada Bayi dan Anak

Faktor penyebab utama katarak pada bayi adalah kelainan kongenital atau cacat bawaan dari lahir. Hal ini terjadi sejak bayi lahir berada dalam kandungan akibat dari lensa mata pada bayi tidak terbentuk secara sempurna.

Ibu yang mengalami infeksi penyakit tertentu seperti rubella dan cacar air saat sedang hamil juga bisa menyebabkan bayi lahir dengan kondisi mata mengalami katarak. Demikian pula anak yang lahir dengan kondisi sindrom down, memiliki risiko lebih tinggi mengalami katarak.

Faktor keturunan juga cukup memiliki andil. Jika ayah, ibu atau keluarga ada yang memiliki riwayat penyakit katarak, terdapat kemungkinan bayi atau anak juga mengalami hal yang serupa.

Selain kelainan bawaan sejak dalam kandungan, katarak pada bayi dan anak juga dapat terjadi akibat komplikasi dari penyakit mata, cedera pada mata, diabetes, terapi radiasi atau konsumsi obat kortikosteroid.

Cara Mengatasi Katarak Pada Bayi dan Anak

Apabila tampak gejala katarak pada bayi atau anak, segeralah kondultasi ke dokter mata guna mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter mata biasanya akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh agar kondisi mata bayi atau anak dapat diketahui dengan baik. Selain tes mata, dokter mungkin akan menyarankan tes darah atau rontgen dan CT scan kepala, pada bayi atau anak anda.

Jika tes sudah dilakukan dan dari hasil tes menunjukkan bahwa katarak yang diderita terbilang ringan dan tidak memengaruhi penglihatan, kemungkinan tidak segera di lakukan operasi katarak. Namun jika sudah memengaruhi penglihatan dalam jangka panjang. Dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk melakukan operasi katarak sebelum bayi berusia 3 bulan.

Setelah tindakan operasi dilakukan, beberapa tindakan lanjutan yang dapat direkomendasikan untuk memulihkan kondisi penglihatan mata bayi atau anak, berupa :

>> Pemasangan lensa kontak
Penggunaan lensa kontak umumnya disarankan pada operasi katarak yang dilkaukan pada bayi atau anak usia dibawah dua tahun. Sebab, kekuatan mata atau fokus mata pada usia ini terbilang cepat mengalami perubahan.

>> Pemasangan lensa intraokular
Pemasangan atau penanaman lensa mata buatan juga bisa menjadi solusi untuk menggantikan peran lensa mata pada anak

>> Penggunaan Kacamata
Pada kasus tertentu dimana operasi katarak dilakukan pada kedua mata, umumnya akan disarankan penggunaan kacamata. Begitu pula jika penggunaan lensa kotak dan lensa intrakokular tidak efektif. Tak jarang pula, penggunaan kacamata juga disarankan meskipun telah menggunakan lensa kontak ataupun lensa intraokular.

Beberapa jenis penyebab katarak pada bayi dan anak sulit dicegah. Namun, penyebab katarak tentu dapat diminimalisir, seperti infeksi pada ibu hamil guna mencegah infeksi pada kehamilan.

Yang tidak kalah penting, segera periksa ke dokter mata jika tampak gejala gejala gangguan penglihatan pada bayi dan anak. Semakin awal katarak pada bayi terdeteksi dan diobati, maka semakin rendah risiko timbulnya gangguan pada penglihatannya.

Mengenal Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Mengenal Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Penyakit jantung bawaan dapat terjadi pada satu dari seratus kelahiran. Penyakit ini terjadi karena kelainan struktur jantung yang muncul sejak bayi masih dalam kandungan.

Penyakit jantung bawaan dapat menggangu kemampuan jantung untuk memompa darah dan penyaluran oksigen ke seluruh tubuh. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun demikian, ada sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung bawaan.

Mengenal Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Berikut beberapa faktor risiko terjadinya penyakit jantung bawaan pada anak.

>> Ketika hamil, ibu mengonsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan tertentu
>> Pada trimester pertama, ibu hamil terkena infeksi virus seperti rubella
>> Kromosom atau gen pada anak mengalami kelainan, misalnya sindrom down
>> Risiko bisa menjadi dua kali lipat bila ada riwayat penyakit ini didalam keluarga

Penyakit jantung bawaan bisa dikenali ketika dokter mendengarkan suara tidak normal dari jantung yang disebut dengan bising jantung. Jika gejala ini terjadi, orang tua harus lebih sigap mengamati tanda tanda lain pada sibuah hati. Berikut ini gejala gejala lain yang perlu diwaspadai.

>> Sulit bernapas atau bernapas dengan cepat
>> Bibir, lidah, dan kuku berwarna kebiruan (sianosis)
>> Berkeringat secara berlebihan, terutama ketika makan
>> Susah makan atau kurang nafsu makan
>> Berat badan sulit atau turun

Bila ditemukan gejala tersebut pada anak, biasanya akan dirujuk ke dokter ahli penyakit jantung. Selanjutnya, biasanya dokter akan merekomendasikan pemeriksaan yang meliputi ekokardigram atau ekokardiografi transeofageal, X-rar dada, elektrokardiogram (EKG), pencitraan resonansi magnetik (MRI) serta keteterisasi jantung.

Jenis-Jenis Penyakit Jantung Bawaan

Sebagian besar jenis penyakit jantung bawaan yang ditemukan pada anak sejak dini ialah kelainan pada pembuluh darah dijantung. Kondisi dapat berdampak fatal dan memungkinkan terjadinya gagal jantung. Hal ini karena darah bersih yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh justru mengalir ke paru-paru. Sebaliknya, darah kotor yang seharusnya mengalir ke paru-paru malah mengalir ke seluruh tubuh.

Untuk dapat melakukan pengobatan yang sesuai, kenali beberapa jenis umum penyakit jantung bawaan berikut.

>> Defek Septum Atrium, yaitu adanya lubang pada dinding pemisah antara serambi kanan dan serambi kiri jantung, sehingga darah bisa mengalir ke paru paru
>> Defek Septum Ventrikel, seperti pada jenis defek septum atrium. Perbedaanya, lubang terdapat pada dinding antara bilik kanan dan kiri jantung. Lubang yang berukuran kecil dapat merapat dengan sendirinya secara bertahap. Namun, tidak demukian pada lubang yang berukuran besar.
>> Defek Kanal Atrioventrikular atau kelainan saluran atriobentrikular umumnya terjadi pada anak dengan down syndrome. Biasanya terdapat lubang diantara serambi atau bagian atas jantung, maupun lubang lain pada bilik atau bagian bawah jantung. Disamping itu, ada katup besar yang mungkin kurang sempurna.
>> Foramen Ovale Persisten bisa dikatakan tidak separah jenis lainnya. Jenis ini merupkan lubang normal yang berada diantara serambi jantung pada janin. Biasanya lubang tersebut tertutup pada beberapa bulan kehidupan pertama bayi. Namun, lubang yang tidak tertutup sempurna pada sebagian orang biasanya tidak menimbulkan masalah.
>> Sindroma Hipoplastik Jantung Kiri biasanya dideteksi ketika bayi mengalami kondisi kritis pada masa awal kehidupannya. Sindrom ini diakibatkan kurang sempurnanya perkembangan jantung bagian kiri sehingga tidak mampu memompa darah secara adekuat ke seluruh tubuh.
>> Duktus Ateriosus Persisten yang umum menimpa bayi prematur adalah kondisi dimana darah mengalir terlalu banyak ke paru paru bayi. Hal ini terjadi akibat duktus tidak menutup setelah bayi lahir.

Duktus steriosus merupakan pembuluh darah normal kyang menguhubungkan aorta (pembuluh arteri utama) dan arteri pulmonalis. Duktus terbuka ketika janin masih berada dalam kandungan dan mendapat oksigen dari ibu. Ketika lahir dan bisa bernapas secara mandiri, duktus seharusnya menutup untuk menghindari tercampurnya darah bersih dan darah kotor.

>> Tetralogi Fallot sering kali menimbulkan gejala berupa warna kebiruan pada anak. Jantung, tetralogi tersebut yaitu defek septum ventrikel, penebalan bilik kanan jantung, penyempitan pada lubang masuk arteri pulmonalis, serta kondisi medis pada jantung. Tetralogi tersebut yaitu defek septum ventrikel, penebalan bilik kanan jantung, penyempitan pada lubang masuk arteri pulmonalis, serta kondisi dimna aorta yang seharusnya hanya menyalurkan darah dari serambi kiri justru menerima darah dari serambi kanan dan kiri jantung.

>> Anomali Total Hubungan Vena Pulmonalis juga dapat menimbulkan gejala kebiruan. Gejala lainnya yaitu anak kesulitan bernapas. Hal ini akibat vena pulmonalis mengalami anormali atau berbeda dari kondisi normal.

Normalnya, vena pulmonalis bertugas mengantarkan darah bersih dari paru paru ke serambi kiri. Namun pada kondisi anomali, pembuluh vena pulmonalis mengantarkan darah ke jantung melalui jalur lain yang mungkin menyempit akibatnya tubuh kekurangan darah bersih.

>> Transposisi Arteri Besar adalah tertukarnya posisi aorta dan ateri pulmonalis. Aorta menerima darah kotor dan mengembaliknnya ketubuh. Arteri pulmonalis menerima darah besih dan mengembalikannya ke paru paru.

Pada kondisi normal, aorta harusnya mengantarkan darah besih ke seluruh tubuh. Dan arteri pulmonalis menerima darah kotor lalu mengantarnya ke paru paru. Karena terbaliknya tugas pembuluh darah, tingkat oksigen dalam darah menjadi sangat rendah, sehingga bayi menjadi sangat biru. Kondisi ini memerlukan pertolongan medis segera setelah kelahiran bayi.

Mencegah Penyakit Jantung Bawaan

Kunci pencegahan penyakit ini terletak pada perawatan bayi sejak masih dalam kandungan atau disebut asupan prenatal. Berikut beberapa langkah perawatan prenatal yang dapat dilakukan oleh ibu hamil.

>> Pengecekan darah sejak awal kehamilan untuk mengetahui apakah ibu hamil memiliki daya tahan tubuh terhadap rubella. Jika diketahui bahwa ibu hamil belum imun terhadap rubella, harus menghindari kemungkinanan terpapar dan diperlukan vaksinasi rubella setelah kelahiran.
>> Menghindari penggunaan obat obatan terlarang maupun minuman beralkohol selama kehamilan
>> Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat-obatan
>> Ibu hamil yang memiliki diabetes harus berusaha untuk mengendalikan kadar gula darah agar senantiasa normal
>> Bila ibu hamil berusia 35 tahun atau mengalamo kehamilan risiko tinggi karena kondisi medis seperti tekanan tinggi atau diabetes, sebaiknya melakukan pemeriksaan prenatal di dokter kandungan dengan lebih sering.

Jika anda menemukan gejala penyakit jantung bawaan pada bayi anda, jangan ragu untuk segera mencari pertolongan medis. Makin cepat anak mendapat pertolongan, makin cepat anak mendapat pertolongan, makin baik peluangnya untuk tertolong. Disamping itu, anak dengan penyakit jantung bawaan sebaiknya diperiksa secara rutin ke dokter ahli jantung, bahkan setelah dia tumbuh dewasa bila masih mengalami gejalanya.