Makanan Sehat Untuk Bayi Usia 4-12 Bulan Yang Bunda Harus Tahu

Makanan Sehat Untuk Bayi Usia 4-12 Bulan Yang Bunda Harus Tahu

Makanan sehat bayi usia 4-12 bulan pada dasarnya bayi sudah bisa dikenalkan dan diberikan makanan pendamping ASI ( Air Susu Ibu ) ini pada saat ia berusia 4-6 bulan keatas. Namun, meskipun demikian supaya perkembangan si kecil bisa berlangsung dengan baik, sangat disarankan sekali agar bunda memberikan makanan sehat sesuai dengan porsinya, dan pastikan makanan sehat tersebut sudah dalam keadaan halus dan lembut, untuk memudahkan bayi anda mencerna makanan tersebut. Dan berikut ini adalah beberapa pertanda bahwa bayi anda sudah siap diberikan makanan pendamping ASI.

1. Bobotnya sudah naik 2 kali lipat dari bobot lahir
2. Ia sudah bisa angkat leher dan kepala
3. Ia sudah mulai tertarik dengan apa yang bunda konsumsi
4. Tetap kelaparan meskipun sudah mengkonsumsi ASI
5. Ia bisa menahan makanan dalam mulutnya

Makanan Sehat Untuk Bayi Usia 4-12 Bulan Yang Bunda Harus Tahu

Pilihan Makanan Yang Sehat Untuk Bayi

1. Sereal
Sereal yang terbuat dari satu jenis biji bijian dan sudah diberi tambahan zat besi. Anda bisa mencampurkannya dengan ASI, susu formula, atau air mineral. Menu tambahan ini bisa diberikan pada bayi berusia 6 bulan.

2. Yoghurt
Anda boleh memperkenalkan pada bayi berusia 6 bulan. Kandungan kalsium dan vitamin D yang tinggi pada yoghurt bisa memberi efek baik bagi perkembangan tulang dan giginya. Selain itu, si kecil juga tidak mudah sakit karena yoghurt bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya dan mendukung kesehatan jantung serta otak. Pilih yoghurt rasa tawar tanpa tambahan gula. Lalu, tambahkan pada buah buahan yang dihaluaskan seperti pisang, apel atau alpukat. Anda bisa juga memberi tambahan ASI atau susu formula untuk membuatnya encer agar mudah ditelah olehnya.

3. Sayur Dedaunan Hijau Gelap
Jenis makanan ini mengandung zat besi dan folat tinggi yang baik untuk kesehatannya pilihan sayuran terbaik yang bisa anda berikan kepada si kecil yaitu bayam.

4. Brokoli
Selain kalsium, serat dan folat yang baik bagi perkembangan tubuhnya, brokoli juga diberkahi oleh kandungan sulfur. Kansungan ini bisa memberi rasa unik di lidah yang bisa membuat bayi mengenal berbagai jenis rasa. Tidak hanya itu, brokoli juga memiliki kandungan antikanker.

5. Kacang kacangan
Makanan ini kaya akan protein dan serat. Kacang merupakan salah satu sumber makanan yang sehat, namun hati hati jika si kecil memiliki alergi terhadap kacang

6. Jeruk
Rasa buah yang kaya akan vitamin C dan zat antioksidan ini sangat disukai oleh bayi. Anda bisa memberinya sebagai finger food (camilan)

7. Labu
Sayuran ini memiliki rasa manis yang alami dan bertekstur creamy (Lunak). Selain nikmat disantap, labu kaya akan vitamin A dan C

8. Daging
Mungkin anda berpikir bahwa daging tidak cocok untuk bayi karena teksturnya yang keras. Namun, itu tergantung dari cara memasaknya. Memasak daging yang tepat untuk bayi adalah dengan cara direbus dalam waktu lama agar teksturnya empuk dan mudah dipotong kecil kecil atau dihaluskan. Mengonsumsi daging bagus untuk bayi karena mengandung proteoin, zinc, dan zat besi. Daging sudah bisa diberikan pada bayi berusia 6-8 bulan keatas.

Jangan pula memberinya terlalu banyak garam, karena garam tidak baik bagi kesehatan ginjalnya. Selain itu, hindari memberinya jenis jenis makanan seperti madu, kacang, telur mentah atau setengah matang, jenis ikan laut yang diduga mengandung merkuri, kerang kerangan mentah, makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi, dan makanan rendah lemak. Terimakasih semoga bermanfaat.

Cara Mengasah Secara Optimal Potensi Kecerdasan Si Kecil

Cara Mengasah Secara Optimal Potensi Kecerdasan Si Kecil

Selain memberi asupan nutrisi yang cukup dan seimbang, para orang tua juga harus mengetahui potensi yang dimiliki anaknya dengan baik. Dengan mengenali potensi tersebut, orang tua juga harus mengetahui potensi yang dimiliki anaknya dengan baik. Dengan mengenali potensi tersebut, orang tua dapat lebih mudah memahami, mengarahkan serta mengembangkan bakat si kecil.

Masa kanak kanak adalah periode tumbuh kembang yang paling cepat dalam kehidupan manusia. Sejak lahir hingga usia delapan tahun adalah momen yang sangat penting bagi perkembangan kognitif, emosional, dan fisik si kecil. Pada rentang usia tersebut, otaknya berkembang dengan cepatb dan dapat menampung segala informasi yang bunda berikan.

Cara Mengasah Secara Optimal Potensi Kecerdasan Si Kecil

Ini Tips Mengenali Potensi Si Kecil

Potensi anak bisa saja mulai timbul sejak dini, namun biasanya baru mulai dapat dikenali lebih jelas pada usia 2 tahun sampai 4 tahun. Ada beberapa indikator yang bisa digunakan untuk mengukur potensi anak, antara lain perkembangan pola pikir, kemampuan berkomunikasi, daya ingat, fokus dan daya tangkap, motivasi untuk belajar, serta rasa keingintahuan yang besar.

Selain itu, anak yang berbakat dapat menunjukkan salah satu atau beberapa ciri berikut :

* Menujukkan bakat khusus yang di milikinya, seperti kemampuan artisik atau bermain dengan angka
* Memiliki rasa ingin tahu besar, ditandai dengan tidak berhenti untuk bertanya segala hal yang diketahuinya
* Mempunyai kemampuan bicara dan perkembangan berbahasa yang lebih cepat dibanding anak seusianya
* Mampu mengingat informasi yang didapatkan, baik dari televisi, buku, atau dari cerita orang lain.
* Menunjukkan perkembangan kemampuan yang lebih maju dan lebih cepat jika dibandingkan dengan anak seusianya
* Mampu berkonsentrasi untuk melakukan satu hal dalam waktu yang lama
* Terlihat aktif dan tertarik untuk melakukan kegiatan yang sulit

Secara umum, potensi si kecil dapat dibagi kedalam enam jenis keterampilan penting, yaitu :

* Keterampilan Verbal
Salah satu bentuk keterampilan verbal adalah kemampuan berbahasa. Anak anak yang berbakat dalam kategori ini biasanya menunjukkan perkembangan kemampuan berbahasa yang signifikan pada usia 2 tahun.
* Keterampilan Fisik
Keterampilan fisik meliputi kemampuan anak dalam bergerak. Contohnya adalah menari atau bermain bola
* Keterampilan Kreatif
Keterampilan kreatif merupakan kemampuan untuk menghasilkan ide yang baru serta berguna. Salah satu tanda anak memiliki keterampilan kreatif adalah mampu menemukan cara baru dalam mengatasi masalah. Misalnya, membuat bangunan baru yang berbeda dari instruksi pada mainan balok yang diberikan.
* Keterampilan Interaktif
Keterampilan interaktif melibatkan kecerdasan interpersonal. Anak dengan keterampilan ini, memiliki kemampuan yang baik untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang orang sekitarnya. Biasanya, dia akan mudah bergaul dengan siapa saja.
* Keterampilan Kognitif
Keterampilan kognitif bisa diartikan sebagai kemampuan berpikir, mengingat, serta memahami sesuatu. Anak yang memiliki keterampilan ini mampu menangkap suatu hal baru dengan cepat.

Cara Mengasah Potensi Si Kecil

Meski bakat anak bisa saja berkembang tanpa diajarkan, namun dengan bimbingan yang tepat, maka potensi yang dimiliki anak akan berkembang lebih optimal.

Cara mengasah bakat atau potensi anak berbeda beda, tergantung jenis keterampilan yang dimilikinya. Sebagai contoh, jika anak anda memiliki keterampilan motorik halus, sebaiknya arahkan dia untuk selalu belajar memanfaatkan kemampuan koordinasi mata dan gerakan jari ktangan, melalui ragam aktivitas yang disukai.

Berbeda jika dia memiliki keterampilan kognitif yang lebih kuat. Anda dapat mengatahkan anak agar selalu aktif bergerak dan berolahraga, untuk mengoptimalkan produksi hormon yang meningkatkan fungsi memori. Selain itu juga bisa mengajak anak berlatih memainkan alat musik, untuk memperkuat fungsi dan komunikasi antar bagian otak, atau memainkan permainan yang mengasah otak seperti catur atau lego.

Ajak anak untuk lebih banyak membaca atau menikmati lirik musik bersama. Kegiatan ini akan mendukung keterampilan verbal anak dengan memperkaya kosakatanya. Selain itu, libatkan anak dalam aktivitas sosial bersama teman sebayanya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interaktif anak.

Bunda Perhatikan Jika Anak Suka Untuk Menyendiri

Bunda Perhatikan Jika Anak Suka Untuk Menyendiri

Sudah beberapa waktu bunda menyadari si kecil lebih suka bermain sendiri dari dari pada bersama teman. Disekolah, gurunya juga berkata bahwa ia hampir tidak punya teman dekat. Apakah hal ini normal dan bagaimana cara mengatasinya ?

Memang tidak semua anak dapat menjadi populer yang punya banyak teman dan disukai semua anak. Jika anak hanya memiliki sedikit atau bahkan 1-2 orang teman dekat saja tidak apa apa. Tetapi, jika anak sama sekali tidak punya teman, bunda mungkin perlu mencari tahu alasannya. Bunda juga perlu menaruh perhatian khusus jika ia mudah bosan, atau lebih senang main sendiri.

Bunda Perhatikan Jika Anak Suka Untuk Menyendiri

Berbagai Alasan Anak Memilih Bermain Sendiri

Salah satu alasan anak suka menyendiri adalah merasa cemas saat mencoba berteman. Faktor lain, seperti kurang tidur, dapat membuatnya cepat marah dan kurang energi untuk bersosialisasi. Selain itu, tidak jarang orang tua tidak menyukai sebagian dari teman teman anak. Hal ini membuatnya memilih untuk tidak lagi berteman.

Disamping alasan diatas, banyak hal lain yang dapat menjadi sebab anak suka menyendiri. Salah satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah jika anak menarik diri dari pergaulan akibat mengalami pelecehan seksual atau bentuk kekerasa lain, seperti teman teman yang sering menjadikannya bulan buolanan dan korban perundungan.

Sebenarnya anak yang suka bermain sendiri punya sisi positif. Ia dapat menyenangkan diri sendiri tanpa merasa bosan. Bermain sendiri sebenarnya salah satu tanda anak yang memiliki kecerdasan dan kreativitas tinggi. Tidak apa apa jika ia terlihat gembira dan menikmati waktu bermain sendiri. Dukung ia untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasinyaa dengan stimulasi dan permainan.

Disamping itu, walaupun anak suka bermain dengan banyak teman, ada kalanya ia memang perlu waktu untuk bermain sendiri. Bunda tidak perlu khawatir, hal ini tergolong wajar, persis seperti orang dewasa yang sesekali juga perlu waktu untuk menyendiri.

Cara Membantu Anak Penyendiri

1. Memerhatikan Interaksi Di Kelas
Bunda dapat berkoordinasi dengan sekolah dan menyediakan waktu sehari untuk mengobservasi si kecil dikelasnya. Perhatikan bagaimana ia berinteraksi dengan teman sekelasnya, serta teman seperti apa yang membuat ia nyaman.

2. Mempertemukan Dengan Teman Yang Cocok
Jika ia terlihat cocok dengan satu atau beberapa teman, bunda dapat menjadwalkan acara main bersama dengan teman teman ini. Apabila si kecil dapat bermain akrab dengan teman teman yang dirasa cocok dengannya, diharapkan ia dapat lebih mudah beradaptasi dengan temen temennya yang lain.

3. Mengamati Seluruh Kegiatan Sehari Hari
Apakah ia menghabiskan makanannya ? apakah ia tidur cukup ? apakah tugas tugasnya disekolah selesai ? Apakah ia berinteraksi dengan teman temannya? kurang terpenuhinya kebutuhan tersebut dapat memengaruhi anak. Begitu juga ia tidak mau makan karena sakit atau karena kesulitan belajar di sekolah.

4. Membantu Untuk Lebih Tenang
Beberapa anak dapat memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi dari teman temannya yang lain. Tetapi bunda dapat membantunya agar lebih tenang. Misal, jika anak lebih merasa cemas ketika datang terlambat ke sekolah, bunda dapat mengantarnya lebih awal agar ia dapat mempersiapkan diri.

5. Memberi Dukungan
Anak mungkin akan menarik diri jika bunda berkomentar seperti, “Mengapa kami tidak mencari teman ?” Jika anak mau, bunda dapat mendorong anak untuk memperluas area pertemananya dengan mendaftarkannya bergabung dalam klub olahraga atau kursus yang disukainya.

6. Menyediakan Lingkungan Yang Tepat
Jika anak memilih bermain sendiri karena teman temannya tidak disukai bunda, maka bunda dapat memulai dialog dengan anak. Misalnya, dengan membicarakan efek buruk yang mungkin muncul jika anak mengikuti kebiasaan buruk teman temannya.

Jika bunda melihat si kecil sering menyendiri, sebaiknya segera ajak dia bicara untuk mengetahui alasannya. Cobalah pahami dan ajak ia berdiskusi, namun hindari memaksakan kehendak bunda. Bermain sendiri memang tidak ada salahnya, namun pastikan anak masih dapat bersosialisasi.

Cara Mengatasi Sakit Perut Pada Anak, Kapan Harus Khawatir ?

Cara Mengatasi Sakit Perut Pada Anak, Kapan Harus Khawatir ?

Meski sakit perut pada anak kerap terjadi dan umunya ringan, namun sakit perut pada anak juga bisa menjadi pertanda si kecil mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius. Agar tidak khawatir berlebihan, ada baiknya anda mengenali gejala gejala sakit perut pada anak yang terbilang normal dan serius agar bisa cepat menanganinya.

Umunya sakit perut pada anak rentan terjadi pada usia 11 tahun kebawah. Untuk anak anak yang sudah bicara, mereka bisa memberi tahu anda ketika mengalami sakit perut atauj menunjuk ke arah perutnya yang sakit. Namun, jika sakit perut dialami oleh anak yang belum bisa bicara, anda perlu lebih jeli memperhatikan tanda tandanya.

Cara Mengatasi Sakit Perut Pada Anak, Kapan Harus Khawatir ?

Berbagai Penyebab Sakit Perut

Berikut ini adalah beberapa penyebab sakit perut pada anak berdasarkan tingkat keparahannya.
>> Sakit Perut Ringan
Kondisi ini terjadi ketika anak anda mengalami sakit perut yang umumnya tidak diiringi gejala lain. Biasanya sakit perut jenis ini akan hilang dalam waktu yang kurang dari tiga jam. Kendati demikian, bila dibiarkan terjadi berulang, maka mungkin saja dapat berkembang menjadi lebih berat.

Penyebabnya antara lain :
=> Konstipasi
=> Kembung
=> Kolik
=> Naiknya asam lambung atau refluks
=> Alergi makanan
=> Radang tenggorokan

>> Sakit Perut Berat
Kemungkinan anak anda mengalami suatu kondisi yang dianggap berat atau serius, jika sakit perut tidak membaik dalam waktu 24 jam atau justru memburuk. Jika hal ini terjadi, kemungkinan anak anda menderita :
=> Usus buntu
=> Sumbatan aliran makanan didalam usus
=> Tukak lambung
=> Hernia
=> Batu empedu
=> Infeksi saluran kemih
=> Chron’t disease
=> Tumor
=> Kanker
“Jika anda memiliki anak perempuan yang sudah memasuki usia puber, sakit perut yang dialaminya bisa jadi disebabkan oleh siklus mentsruasi. Kemungkinan rasa sakit bertambah parah pada beberapa bulan berikutnya”.

Gejala Sakit Perut Pada Anak

Ada banyak tanda yang dapat anda lihat pada anak ketika mereka sedang mengalami sakit perut, yaitu :
>> Sikapnya yang lebih rewel, susah makan, dan suka menarik kakinya ke arah perut
>> Tampak lesu, pucat, berkeringat, dan mengantuk
>> Tidak berminat bermain, tidak mau makan dan minum selama beberapa jam
>> Menggosok gosokkan perut terutama bagian pusar, karena pada bagian tengah inilah lokasi rasa sakit yang utama.
>> Sakit perut pada anak dapat diiringi dengan gejala munitah, diare dan demam.

Kondisi Sakit Perut Pada Anak Yang Harus Diwaspadai

Ada kondisi sakit perut pada anak yang perlu diwaspadai karena pertanda penyakit serius, yaitu :
>> Waspadai jika anak menggosok gosok perut bagian kanan bawah. Sebab, hal ini bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami usus buntu
>> Sakit perut terjadi sekitar 24 jam dengan rasa sakit belum kunjung hilang
>> Muntah selama atau lebih dari 24 jam. Muntah berwarna kuning atau hijau terutama pada bayi dan anak yang usianya masih kecil
>> Muntah yang mengandung darah atau berwarna gelap pada anak usia berapapun
>> Diare kebih dari tiga hari, atau diare yang disertai darah
>> Sakit perut pada anak laki laki mungkin saja berasal dari bagian testis. Kondisi yang diasebut torsio testis, yaitu testis terpuntir, sehingga aliran darah tidak lancat dan testis menjadi bengkak.
>> Sakit perut yang disertai ruam pada kulit

Cara Mengatasi Sakit Perut Pada Anak

Orang tua perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi sakit perut pada anak agar dapat segera memberikan pertolongan kepada anak ketika ia mengalami sakit perut. Beberapa hal untuk mengatasi masalah sakit perut yang juga sekaligus dapat menjadi cara mencegah sakit perut adalah :
1. Membiasakan anak dengan kebersihan, misalnya mengajarkan anak untuk cuci tangan sebelum makan, sehabis berpergian, memegan suatu benda yang kurang bersih, lain lain
2. Mengatur asupan makan anak seperti menghindarkananak untuk makan makanan pedas, kecut, asam, tidak higienis, makanan yang kurang matang atau tidak matang, dan lainnya
3. Jika anak sedang sakit perut, anda bisa memberinya makanan dalam porsi kecil namun sering
4. Usahakan agar anak beristirahat dan tidak melakukan banyak kegiatan
5. Hindarkan minuman berkarbonasi atau berkafein sampai dua hari atau 48 jam setelah semua gejala penyakit perut hilang
6. Sebelum membawa anak ke dokter, cobalah untuk memberikan pertolongan pertama lebih dulu dengan mengenali gejala gejala anak sakit perut.

Ketika anak sakit perut sebaiknya tidak langsung memberinya obat tanpa mengetahui apa persisnya sakit perut yang diderita anak. Terimakasih semoga bermafaat.

Cara Membiasakan Anak Sarapan Pagi Untuk Menunjang Aktivitas

Cara Membiasakan Anak Sarapan Pagi Untuk Menunjang Aktivitas

Sarapan pagi penting dilakukan untuk memberikan asupan makanan setelah tidak makan dan minum semalaman. Pemenuhan gizi yang seimbang saat sarapan pagi, mampu membantu menunjang anak dalam menjalani aktivitasnya dengan baik.

Banyak manfaat sarapan yang dapat diperoleh si kecil. Selain memberi energi, sarapan juga bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh dan mneingkatkan konsentrasi saat menerima pelajaran di sekolah. Anak yang memiliki kebiasaan sarapan juga cenderung memiliki berat badan stabil, sehingga si kecil terhindar dari risiko kegemukan.

Cara Membiasakan Anak Sarapan Pagi Untuk Menunjang Aktivitas

Mengapa Anak Cenderung Malas Sarapan ?

Sayangnya, banyak anak yang masih sulit jika diminta sarapan. Padahal jika si kecil tidak sarapan, dia akan melewatkan asupan nutrisi penting dipagi hari. Tentu saja hal ini akan berpengaruh pada aktivitasnya hari itu.

Banyak hal yang membuat si kecil menolak untuk sarapan. Ada yang menolak sarapan karena merasa tidak lapar, ada juga yang beralasan tidak selera makan.

Jangan biarkan hal ini terjadi secara terus menerus. Sebab, melewatkan sarapan dapat memberi berbagai dampak buruk bagi si kecil. Anak anak yang tidak sarapan akan merasa lesu, lelah, resah, suasana hati yang buruk, serta mudah tersinggung.

Meskipun bunda ingin agar si kecil terbiasa sarapan secara rutin, jangan pernah memaksanya, kemungkinan si kecil akan menolak sarapan pada awalnya, namun setelah beberapa waktu, ia akan terbiasa.

Tips Agar Anak Rutin Sarapan Pagi

Agar anak tidak merasa dipaksa, bunda bisa menerapkan tips tips berikut ini untuk mendorong si kecil mau sarapan setiap pagi.

>> Mulailah dengan porsi kecil
Saat melihat porsi menu sarapan yang tampak terlalu banyak, mungkin saja si kecil langsung tidak berminat. Sebagai pemulaan, berikan si kecil menu dalam porsi kecil. Beberapa potong buah buahan, selembar roti gandum dan selai kacang, atau semangkuk kecil sereal sudah cukup untuk membuatnya mulai mengenal sarapan.

>> Berikan Pilihan Makanan Sehat
Pilih makanan sehat sebagai menu sarapan untuk si kecil. Misalnya, buah, roti gandum, buah buahan seperti pisang atau apel, dan makanan berbahan dasar serealia, serta susu. Hindari makanan siap saji atau makanan goreng gorengan, karena mengandung tinggi lemak dan rendah nutrisi.

>> Sajikan Menu Yang Bervariasi
Hindari memberi menu sarapan yang sama setiap harinya. Buatlah mneu yang bervariasi. Sebagai contoh, hari ini bunda menyajikan roti gandum dengan selai buah, besok sajikan sereal dengan tambahan potongan buah segar. Memberikan menu yang sama setiap hari akan membuat si kecil bosan dan akhirnya menolak sarapan.

>> Sereal dan Susu Sebagai Pilihan Menarik

Sereal dengan semangkuk susu dingin kemungkunan akan membuat si kecil tertarik untuk sarapan. Dengan kandungan vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh, sereal dapat menjadi pilihan menu sarapan bergizi. Beberapa penelitian menujukkan, sarapan sereal dapat membantu menjaga berat badan, bahkan memperbaiki status gizi. Sereal untuk anak anak biasanya tersedia dalam berbagai bentuk dan rasa. Biarkan si kecil memilih betuk dan rasa sereal yang disukainya. Ragam sereal yang terbuat dari gandum utuh bisa menjadi pilihan karena manfaatnya untuk kesehatan, seperti kaya akan serat dan nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh, sehingga anak siap menjalani aktivitasnya sepanjang hari.

>> Selingi Dengan Asupan Kaya Nutrisi
Bunda dapat memberikan secangkir yoghurt atau bisa mencampurnya dengan susu dan buah buahan menggunakan blender untuk membuat smoothie yang menarik untuk disantap. Menu ini juga bisa disajikan untuk si kecil sebagai pilihan menu sarapan sehat yang praktis.

>> Libatkan Si Kecil Memilih dan Membuat Sarapan
Ketika si kecil memilih menu tertentu, berarti dia berminat pada makanan tersebut. Bunda dapat meminta si kecil menghabiskan sarapannya, karena dia yang memilih sendiri menu tersebut. Ketika bunda menyiapkan sarapan, biarkan si kecil ikut membantu. Misalnya, mengambilkan bahan bahannya dari lemari pendingin. Bisa juga b8unda bercerita sedikit tentang bahna bahan makanan tersebut. Dengan demikian si kecil akan lebih tertarikl pada menunya dan mulai nyaman saat membiasakan diri untuk sarapan.

>> Sarapan Bersama Si Kecil
Orang tua memberikan panutan atau role model bagi si kecil. Ayah dan bunda bisa memberi contoh untuk selalu sarapan setiap pagi. Biarkan si kecil melihat ayah dan bunda menghabiskan sarapan. Selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama si kecil akan membuatnya mengikuti aktivitas tersebut.

Banyak cara untuk menggugah selera si kecil agar berminat sarapan setiap pagi. Jangan pernah bosan memberi semangat agar si kecil menikmati sarapan dan menjadikannya kegiatan rutin, sebagai bagian dari cara anda mengajari anak untuk hidup sehat. Semua ini demi menunjang tumbuh kembang dan aktivitas anak, serta prestasinya.