Bunda Perhatikan Jika Anak Suka Untuk Menyendiri

Bunda Perhatikan Jika Anak Suka Untuk Menyendiri

Sudah beberapa waktu bunda menyadari si kecil lebih suka bermain sendiri dari dari pada bersama teman. Disekolah, gurunya juga berkata bahwa ia hampir tidak punya teman dekat. Apakah hal ini normal dan bagaimana cara mengatasinya ?

Memang tidak semua anak dapat menjadi populer yang punya banyak teman dan disukai semua anak. Jika anak hanya memiliki sedikit atau bahkan 1-2 orang teman dekat saja tidak apa apa. Tetapi, jika anak sama sekali tidak punya teman, bunda mungkin perlu mencari tahu alasannya. Bunda juga perlu menaruh perhatian khusus jika ia mudah bosan, atau lebih senang main sendiri.

Bunda Perhatikan Jika Anak Suka Untuk Menyendiri

Berbagai Alasan Anak Memilih Bermain Sendiri

Salah satu alasan anak suka menyendiri adalah merasa cemas saat mencoba berteman. Faktor lain, seperti kurang tidur, dapat membuatnya cepat marah dan kurang energi untuk bersosialisasi. Selain itu, tidak jarang orang tua tidak menyukai sebagian dari teman teman anak. Hal ini membuatnya memilih untuk tidak lagi berteman.

Disamping alasan diatas, banyak hal lain yang dapat menjadi sebab anak suka menyendiri. Salah satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah jika anak menarik diri dari pergaulan akibat mengalami pelecehan seksual atau bentuk kekerasa lain, seperti teman teman yang sering menjadikannya bulan buolanan dan korban perundungan.

Sebenarnya anak yang suka bermain sendiri punya sisi positif. Ia dapat menyenangkan diri sendiri tanpa merasa bosan. Bermain sendiri sebenarnya salah satu tanda anak yang memiliki kecerdasan dan kreativitas tinggi. Tidak apa apa jika ia terlihat gembira dan menikmati waktu bermain sendiri. Dukung ia untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasinyaa dengan stimulasi dan permainan.

Disamping itu, walaupun anak suka bermain dengan banyak teman, ada kalanya ia memang perlu waktu untuk bermain sendiri. Bunda tidak perlu khawatir, hal ini tergolong wajar, persis seperti orang dewasa yang sesekali juga perlu waktu untuk menyendiri.

Cara Membantu Anak Penyendiri

1. Memerhatikan Interaksi Di Kelas
Bunda dapat berkoordinasi dengan sekolah dan menyediakan waktu sehari untuk mengobservasi si kecil dikelasnya. Perhatikan bagaimana ia berinteraksi dengan teman sekelasnya, serta teman seperti apa yang membuat ia nyaman.

2. Mempertemukan Dengan Teman Yang Cocok
Jika ia terlihat cocok dengan satu atau beberapa teman, bunda dapat menjadwalkan acara main bersama dengan teman teman ini. Apabila si kecil dapat bermain akrab dengan teman teman yang dirasa cocok dengannya, diharapkan ia dapat lebih mudah beradaptasi dengan temen temennya yang lain.

3. Mengamati Seluruh Kegiatan Sehari Hari
Apakah ia menghabiskan makanannya ? apakah ia tidur cukup ? apakah tugas tugasnya disekolah selesai ? Apakah ia berinteraksi dengan teman temannya? kurang terpenuhinya kebutuhan tersebut dapat memengaruhi anak. Begitu juga ia tidak mau makan karena sakit atau karena kesulitan belajar di sekolah.

4. Membantu Untuk Lebih Tenang
Beberapa anak dapat memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi dari teman temannya yang lain. Tetapi bunda dapat membantunya agar lebih tenang. Misal, jika anak lebih merasa cemas ketika datang terlambat ke sekolah, bunda dapat mengantarnya lebih awal agar ia dapat mempersiapkan diri.

5. Memberi Dukungan
Anak mungkin akan menarik diri jika bunda berkomentar seperti, “Mengapa kami tidak mencari teman ?” Jika anak mau, bunda dapat mendorong anak untuk memperluas area pertemananya dengan mendaftarkannya bergabung dalam klub olahraga atau kursus yang disukainya.

6. Menyediakan Lingkungan Yang Tepat
Jika anak memilih bermain sendiri karena teman temannya tidak disukai bunda, maka bunda dapat memulai dialog dengan anak. Misalnya, dengan membicarakan efek buruk yang mungkin muncul jika anak mengikuti kebiasaan buruk teman temannya.

Jika bunda melihat si kecil sering menyendiri, sebaiknya segera ajak dia bicara untuk mengetahui alasannya. Cobalah pahami dan ajak ia berdiskusi, namun hindari memaksakan kehendak bunda. Bermain sendiri memang tidak ada salahnya, namun pastikan anak masih dapat bersosialisasi.

Cara Mengatasi Sakit Perut Pada Anak, Kapan Harus Khawatir ?

Cara Mengatasi Sakit Perut Pada Anak, Kapan Harus Khawatir ?

Meski sakit perut pada anak kerap terjadi dan umunya ringan, namun sakit perut pada anak juga bisa menjadi pertanda si kecil mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius. Agar tidak khawatir berlebihan, ada baiknya anda mengenali gejala gejala sakit perut pada anak yang terbilang normal dan serius agar bisa cepat menanganinya.

Umunya sakit perut pada anak rentan terjadi pada usia 11 tahun kebawah. Untuk anak anak yang sudah bicara, mereka bisa memberi tahu anda ketika mengalami sakit perut atauj menunjuk ke arah perutnya yang sakit. Namun, jika sakit perut dialami oleh anak yang belum bisa bicara, anda perlu lebih jeli memperhatikan tanda tandanya.

Cara Mengatasi Sakit Perut Pada Anak, Kapan Harus Khawatir ?

Berbagai Penyebab Sakit Perut

Berikut ini adalah beberapa penyebab sakit perut pada anak berdasarkan tingkat keparahannya.
>> Sakit Perut Ringan
Kondisi ini terjadi ketika anak anda mengalami sakit perut yang umumnya tidak diiringi gejala lain. Biasanya sakit perut jenis ini akan hilang dalam waktu yang kurang dari tiga jam. Kendati demikian, bila dibiarkan terjadi berulang, maka mungkin saja dapat berkembang menjadi lebih berat.

Penyebabnya antara lain :
=> Konstipasi
=> Kembung
=> Kolik
=> Naiknya asam lambung atau refluks
=> Alergi makanan
=> Radang tenggorokan

>> Sakit Perut Berat
Kemungkinan anak anda mengalami suatu kondisi yang dianggap berat atau serius, jika sakit perut tidak membaik dalam waktu 24 jam atau justru memburuk. Jika hal ini terjadi, kemungkinan anak anda menderita :
=> Usus buntu
=> Sumbatan aliran makanan didalam usus
=> Tukak lambung
=> Hernia
=> Batu empedu
=> Infeksi saluran kemih
=> Chron’t disease
=> Tumor
=> Kanker
“Jika anda memiliki anak perempuan yang sudah memasuki usia puber, sakit perut yang dialaminya bisa jadi disebabkan oleh siklus mentsruasi. Kemungkinan rasa sakit bertambah parah pada beberapa bulan berikutnya”.

Gejala Sakit Perut Pada Anak

Ada banyak tanda yang dapat anda lihat pada anak ketika mereka sedang mengalami sakit perut, yaitu :
>> Sikapnya yang lebih rewel, susah makan, dan suka menarik kakinya ke arah perut
>> Tampak lesu, pucat, berkeringat, dan mengantuk
>> Tidak berminat bermain, tidak mau makan dan minum selama beberapa jam
>> Menggosok gosokkan perut terutama bagian pusar, karena pada bagian tengah inilah lokasi rasa sakit yang utama.
>> Sakit perut pada anak dapat diiringi dengan gejala munitah, diare dan demam.

Kondisi Sakit Perut Pada Anak Yang Harus Diwaspadai

Ada kondisi sakit perut pada anak yang perlu diwaspadai karena pertanda penyakit serius, yaitu :
>> Waspadai jika anak menggosok gosok perut bagian kanan bawah. Sebab, hal ini bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami usus buntu
>> Sakit perut terjadi sekitar 24 jam dengan rasa sakit belum kunjung hilang
>> Muntah selama atau lebih dari 24 jam. Muntah berwarna kuning atau hijau terutama pada bayi dan anak yang usianya masih kecil
>> Muntah yang mengandung darah atau berwarna gelap pada anak usia berapapun
>> Diare kebih dari tiga hari, atau diare yang disertai darah
>> Sakit perut pada anak laki laki mungkin saja berasal dari bagian testis. Kondisi yang diasebut torsio testis, yaitu testis terpuntir, sehingga aliran darah tidak lancat dan testis menjadi bengkak.
>> Sakit perut yang disertai ruam pada kulit

Cara Mengatasi Sakit Perut Pada Anak

Orang tua perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi sakit perut pada anak agar dapat segera memberikan pertolongan kepada anak ketika ia mengalami sakit perut. Beberapa hal untuk mengatasi masalah sakit perut yang juga sekaligus dapat menjadi cara mencegah sakit perut adalah :
1. Membiasakan anak dengan kebersihan, misalnya mengajarkan anak untuk cuci tangan sebelum makan, sehabis berpergian, memegan suatu benda yang kurang bersih, lain lain
2. Mengatur asupan makan anak seperti menghindarkananak untuk makan makanan pedas, kecut, asam, tidak higienis, makanan yang kurang matang atau tidak matang, dan lainnya
3. Jika anak sedang sakit perut, anda bisa memberinya makanan dalam porsi kecil namun sering
4. Usahakan agar anak beristirahat dan tidak melakukan banyak kegiatan
5. Hindarkan minuman berkarbonasi atau berkafein sampai dua hari atau 48 jam setelah semua gejala penyakit perut hilang
6. Sebelum membawa anak ke dokter, cobalah untuk memberikan pertolongan pertama lebih dulu dengan mengenali gejala gejala anak sakit perut.

Ketika anak sakit perut sebaiknya tidak langsung memberinya obat tanpa mengetahui apa persisnya sakit perut yang diderita anak. Terimakasih semoga bermafaat.

Cara Membiasakan Anak Sarapan Pagi Untuk Menunjang Aktivitas

Cara Membiasakan Anak Sarapan Pagi Untuk Menunjang Aktivitas

Sarapan pagi penting dilakukan untuk memberikan asupan makanan setelah tidak makan dan minum semalaman. Pemenuhan gizi yang seimbang saat sarapan pagi, mampu membantu menunjang anak dalam menjalani aktivitasnya dengan baik.

Banyak manfaat sarapan yang dapat diperoleh si kecil. Selain memberi energi, sarapan juga bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh dan mneingkatkan konsentrasi saat menerima pelajaran di sekolah. Anak yang memiliki kebiasaan sarapan juga cenderung memiliki berat badan stabil, sehingga si kecil terhindar dari risiko kegemukan.

Cara Membiasakan Anak Sarapan Pagi Untuk Menunjang Aktivitas

Mengapa Anak Cenderung Malas Sarapan ?

Sayangnya, banyak anak yang masih sulit jika diminta sarapan. Padahal jika si kecil tidak sarapan, dia akan melewatkan asupan nutrisi penting dipagi hari. Tentu saja hal ini akan berpengaruh pada aktivitasnya hari itu.

Banyak hal yang membuat si kecil menolak untuk sarapan. Ada yang menolak sarapan karena merasa tidak lapar, ada juga yang beralasan tidak selera makan.

Jangan biarkan hal ini terjadi secara terus menerus. Sebab, melewatkan sarapan dapat memberi berbagai dampak buruk bagi si kecil. Anak anak yang tidak sarapan akan merasa lesu, lelah, resah, suasana hati yang buruk, serta mudah tersinggung.

Meskipun bunda ingin agar si kecil terbiasa sarapan secara rutin, jangan pernah memaksanya, kemungkinan si kecil akan menolak sarapan pada awalnya, namun setelah beberapa waktu, ia akan terbiasa.

Tips Agar Anak Rutin Sarapan Pagi

Agar anak tidak merasa dipaksa, bunda bisa menerapkan tips tips berikut ini untuk mendorong si kecil mau sarapan setiap pagi.

>> Mulailah dengan porsi kecil
Saat melihat porsi menu sarapan yang tampak terlalu banyak, mungkin saja si kecil langsung tidak berminat. Sebagai pemulaan, berikan si kecil menu dalam porsi kecil. Beberapa potong buah buahan, selembar roti gandum dan selai kacang, atau semangkuk kecil sereal sudah cukup untuk membuatnya mulai mengenal sarapan.

>> Berikan Pilihan Makanan Sehat
Pilih makanan sehat sebagai menu sarapan untuk si kecil. Misalnya, buah, roti gandum, buah buahan seperti pisang atau apel, dan makanan berbahan dasar serealia, serta susu. Hindari makanan siap saji atau makanan goreng gorengan, karena mengandung tinggi lemak dan rendah nutrisi.

>> Sajikan Menu Yang Bervariasi
Hindari memberi menu sarapan yang sama setiap harinya. Buatlah mneu yang bervariasi. Sebagai contoh, hari ini bunda menyajikan roti gandum dengan selai buah, besok sajikan sereal dengan tambahan potongan buah segar. Memberikan menu yang sama setiap hari akan membuat si kecil bosan dan akhirnya menolak sarapan.

>> Sereal dan Susu Sebagai Pilihan Menarik

Sereal dengan semangkuk susu dingin kemungkunan akan membuat si kecil tertarik untuk sarapan. Dengan kandungan vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh, sereal dapat menjadi pilihan menu sarapan bergizi. Beberapa penelitian menujukkan, sarapan sereal dapat membantu menjaga berat badan, bahkan memperbaiki status gizi. Sereal untuk anak anak biasanya tersedia dalam berbagai bentuk dan rasa. Biarkan si kecil memilih betuk dan rasa sereal yang disukainya. Ragam sereal yang terbuat dari gandum utuh bisa menjadi pilihan karena manfaatnya untuk kesehatan, seperti kaya akan serat dan nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh, sehingga anak siap menjalani aktivitasnya sepanjang hari.

>> Selingi Dengan Asupan Kaya Nutrisi
Bunda dapat memberikan secangkir yoghurt atau bisa mencampurnya dengan susu dan buah buahan menggunakan blender untuk membuat smoothie yang menarik untuk disantap. Menu ini juga bisa disajikan untuk si kecil sebagai pilihan menu sarapan sehat yang praktis.

>> Libatkan Si Kecil Memilih dan Membuat Sarapan
Ketika si kecil memilih menu tertentu, berarti dia berminat pada makanan tersebut. Bunda dapat meminta si kecil menghabiskan sarapannya, karena dia yang memilih sendiri menu tersebut. Ketika bunda menyiapkan sarapan, biarkan si kecil ikut membantu. Misalnya, mengambilkan bahan bahannya dari lemari pendingin. Bisa juga b8unda bercerita sedikit tentang bahna bahan makanan tersebut. Dengan demikian si kecil akan lebih tertarikl pada menunya dan mulai nyaman saat membiasakan diri untuk sarapan.

>> Sarapan Bersama Si Kecil
Orang tua memberikan panutan atau role model bagi si kecil. Ayah dan bunda bisa memberi contoh untuk selalu sarapan setiap pagi. Biarkan si kecil melihat ayah dan bunda menghabiskan sarapan. Selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama si kecil akan membuatnya mengikuti aktivitas tersebut.

Banyak cara untuk menggugah selera si kecil agar berminat sarapan setiap pagi. Jangan pernah bosan memberi semangat agar si kecil menikmati sarapan dan menjadikannya kegiatan rutin, sebagai bagian dari cara anda mengajari anak untuk hidup sehat. Semua ini demi menunjang tumbuh kembang dan aktivitas anak, serta prestasinya.

Jangan Anggap Remeh Tentang Keringat Dingin

Jangan Anggap Remeh Tentang Keringat Dingin

Berkeringat terjadi jika seseorang banyak melakukan aktivitas fisik atau diterpa udara panas. Namun, beda halnya dengan jika yang muncul adalah keringat dingin, karena bisa mengindikasikan adanya masalah dalam tubuh.

Kepanikan, tegang dan stres adalah beberapa faktor psikis yang dapat memicul munculnya keringat dingin. Namun lebih jauh, ternyata keringat dingin juga dapat menandakan gangguan kesehatan yang kemungkinan dapat memicu kondisi yang cukup berbahaya sehingga penderitanya harus segera mendapat pertolongan.

Jangan Anggap Remeh Tentang Keringat Dingin

Gejala Yang Mengiring

Keringat dingin terutama muncul dikaki, telapak tangan, bawah lengan, dan ketiak. Tidak berdiri sendiri, biasanya keringat dingin juga disertai dengan munculnya gejala lain, tergantung dari kondisi medis tiap orang. Gejala yang umumnya dirasakan antara lain kulit menjadi pucat, tubuh menggigil dan terasa sakit, pusing, tegang atau stres, lemah, dan perut terasa mual, dan bahkan muntah. Beberda dari keringat biasa, ketika seseorang keringat dingin, kulitnya terasa dingin.

Penyebab

Ada beberapa kondisi yang umumnya dapat menyebabkan terjadinya keringat dingin, yaitu :

>> Sedang menderita rasa sakit yang parah, misalnya akibat patah tulangm atau migrain.
>> Gula darah yang rendah
>> Sedang mengalami infeksi, seperti pneumonia, tuberkulosis dan infeksi ginjal
>> Gejala awal kanker. Salah satunya adalah kanker limfoma dengan gejala keringat dingin yang terjadi pada malam hari serta penurunan berat badan tanpa sebab dan timbul demam
>> Reaksi alergi yang membahayakan jiwa atau disebut dengan anaphylaxis
>> Syok akibat cedera parah atau penyakit akut
>> Produksi keringat berlebih atau hyperhidrosis
>> Menopause pada wanita usia 40 tahun keatas
>> Konsumsi obat obatan, misanya antibiotik atau obat tekanan darah tinggi
>> Batu ginjal

Selain itu, keringat dingin juga dapat disebabkan oleh kurangnya pasokan darah atau oksigen didalam tubuh, misalnya akibat :
>> Pendarahan dalam
>> Kesulitan bernapas
>> Tekanan darah rendah (hipotensi)
>> Serangan jantung atau angina

Meredakan Keringat Dingin

Keringat dingin sebaiknya diselidiki penyebabnya. Jika dipicu oleh stres atau tegang, maka bisa diatasi dengan cara cara yang dapat dilakukan dirumah. Namun, jika dibutuhkan pengobatan, selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Beberapa cara yang dapat anda lakukan antara lain :

>> Perbaiki pola makan. Upayakan makan tidak terlalu dekat dengan waktu tidur, serta batasi asupan makanan tinggi gula sebelum tidur. Jika level gula anda rendah, jangan lewatkan waktu makan atau bagilan menjadi beberapa porsi dalam sehari.
>> Minimalisasi ketidaknyamanan dalam kamar. Pilih tirai berwarna gelap untuk jendela serta singkirkan benda benda yang menancarkan cahaya, seperti komputer, lampu, atau televisi agar terhindar dari polusi cahaya. Saat tidur, gunakan pakaian yang longgar dan nyaman, selain itu atur suhu kamar kepada suhu yang sejuk.
>> Buat diri anda lebih aktif. Lakukan olah napas atau kegiatan olahrga yang bermanfaat, seperti yoga atau joging yang bisa, membantu anda untuk lebih relaks. Bila perlu, lakukan kegiatan yang dapat mengalihkan pikiran, seperti membaca atau bermain puzzle untuk mengusik kekhwatiran atau pikiran negatif.
>> Konsumsi obat obatan. Selalu konsultasikan dengan dokter menganai terapi dan obat obatan yang tepat untuk mengatasi keluhan keringat dingin yang anda rasakan.

Pada kasus tertentu, keringat dingin bisa menjadi indikasi penyakit dan bahkan keadaan darurat yang mengancam jiwa. Segera periksa ke dokter jika keringat dingin yang muncul diiringi dengan demam tinggi, kejang, kulit, bibir dan kuku yang pucat atau membiru, dan muntah atau buang air besar berdarah. Selain itu waspadai juga jika detak jantung tidak teratur, tenggorokan terasa tercekat, dan sulit bernapas. Nyeri pada dada, punggung atas, rahang, bahu, atau lengan juga merupakan tanda tanda yang harus diwaspdai.

Terimakasih, semoga penjelasan diatas bisa membantu untuk yang terkena keringat dingin.

Dukung Kepintaran Si Kecil Dengan Nutrisi Yang Sesuai

Dukung Kepintaran Si Kecil Dengan Nutrisi Yang Sesuai

Mam, sudah seharusnya mengetahui tahapan penting didalam kehidupan si kecil. Salah satunya, mam harus tahu bahwa usia 1-5 tahun merupakan periode emas untuk mengoptimalkan kepintaran si kecil.

Jika dibandingkan tahapan usia lainnya, dalam periode emasnya, kemampuan si kecil dalam menyerap informasil lebih maksimal.

Dukung Kepintaran Si Kecil Dengan Nutrisi Yang Sesuai

Umumnya, mam dan pap yang mengukur kepintaran si kecil dari kemampuan kognitif seperti merangkai kata, berhitung, dan mengenal benda. Cobalah unrtuk mengubah cara itu. Kepintaran si kecil tidak hanya diukur dari kepintaran akal atau yang juga dikenal sebagai kepintaran akal.

Mulai sekarang, mam harus mengukur kepintaran si kecil dari sinergi kepinteran akal, fisik dan sosialnya. Seperti apakah kepinteran akal, fisik, dan sosial si kecil ?

Kepinteran akal disebut juga dengan kepinteran mental mencakup kemampuan anak berkomunikasi, memecahkan masalah, berpikir jernih, dan kritis. Word smart, number smart, picture smart. nature smart dan musik smart.

Kepinteran fisik erat kaitannya dengan perkembangan motorik yang biasa disebut body smart. Kepinteran fisik bisa dilihat dari kecakapan si kecil dalam mengekspolarasi alam atau sering disebut nature smart.

Sedangkan kepinteran sosial adalah kemampuan si kecil dalam berinteraksi dengan lingkungna sosial dan mengendalikan diri sendiri.

Masing masing kepintaran tersebut sama pentingnya dan harus di dukung dengan porsi yang sama. Namun diperlukan dukungan yang berbeda untuk mengoptimalkan ketiga jenis kepintaran tersebut. Berikut merupakan dukungan yang harus mam perhatikan untuk mengoptimalkan ketiganya:

Dukungan Untuk Kepintaran Akal

>> Asam Lemak Esensial (Omega 3 & 6)
DHA (Docosahexaenoid Acid) dan AA (Arachidonic Acis) adalah bagian dari rantai panjang asam lemak esensial omega 3 dan omega 6. Asam lemak omega 3 (asam alfa-linolenat) dan omega 6 (asam linoleat) yang penting untuk proses mengamati dan berpikir si kecil ini, tidak dapat dihasilkan tubuh. Mam bisa mendapatkan dari salmon, tuna, udang, kerang, kacang kenari, kedelai, dan minyak zaitun.

>> Kolin
Kolin adalah nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan fungsi daya ingat. Selain itu, kolin membantu proses komunikasi otak dengan organ organ lain ditubuh. Sumber makanan yang mengandung kolin diantaranya telur, susu dan difortifikasi, brokoli, kembang kol dan kedelai.

>> Zat besi
Zat besi penting dalam produkso dan pemeliharaan mielin, yaitu lapisan lemak yang menutupi dan melindungi saraf. Selain itu, zat besi dibutuhkan dalam pembuatan hemoglobin, myoglobin, hormon, dan jaringan ikat. Makanan sumber zat besi antara lain sayuran hijau, kacang kacangan, daging unggas dan sapi tanpa lemak.

>> Vitamin A
Anak usia 1-3 tahun membutuhkan asupan vitamin A 400 mikrogram perhari (AKG, 2013). Vitamin A tersebut dibutuhkan untuk mendukung fungsi penglihatan dan membantu melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit. Vitamin A juga mendukung pertumbuhan tulang, gigi, dan jaringan lunak. Pastikan si kecil mengonsumsi wortel, bayam, ubi, dan paprika merah untuk mendapat asupan vitamin A yang cukup.

Dukungan Untuk Kepintaran Fisik

>> Protein
Protein merupakan komponen penting di tiap sel tubuh. Sebanyak 15 persen tenaga kita sekiranya bersumber dari protein. Karena itu, protein merupakan komponen esensial yang akan membnatu si kecil tumbuh aktif. Sumber protein terbaik untuk si kecil yaitu kacang kacangan, daging sapi, daging unggas, telur, dan susu.

>> Alpha-lactalbumin
Alpha-lactalbumin merupakan protein whey yang terdiri dari sekitar 20% dari total kandungan protein yang mudah dicerna. Protein ini dapat meningkatkan penyerapan mineral dan menstimulasi fungsi dan memiliki efek prebiotik. Alfa loctalbumin banyak terkandung di dagingm unggas, ikan, telur dan susu yang difortifikasi.

Dukungan Untuk Kepintaran Sosial

Berikan si kecil kasih sayang dan perhatian serta mengapresiasi hal positif yang dilakukannya. Selain itu, berikan ia kesempatan untuk berinteraksi dengan teman temannya agar kemampuan komunikasinya meningkat.

Dukung terus sinergi kepinteran akal, fisik, dan sosial putra putri anda dengan stimulasi dan nutrisi yang terbaik untuk mereka sesuai dengan tahapan usianya. Pastikan asupan nutrisi si kecil seimbang dan dapatkan tips tips untuk menstimulasi kepintaran sosial.