Hal Ini Yang Membuat Anak Stres, Bagaimana Cara Mengatasinya

Hal Ini Yang Membuat Anak Stres, Bagaimana Cara Mengatasinya

Stres tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga bisa menimpa anak anak. Terpisah dari orang tua bisa menyebabkan anak stres tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga bisa menimpa anak anak. Terpisah dari orang tua bisa membuat anak kecil merasa stres. Terlebih setelah memasuki usia sekolah, tekanan sosial dan tuntutan nilai akademis juga bisa menjadi pemicu stres pada anak.

Gejala stres pada anak memang tidak mudah untuk dikenali, namun ada beberapa tanda yang mengindikasikan anak sedang stres, seperti mengalami gangguan tidur, perubahan nafsu makan, emosi yang berubah ubah, menjadi sering mengompol, sulit berkonsentrasi saat belajar, atau kesulitan mengerjakan tugas sekolah. Selain itu, gejala fisik juga bisa menyertai, misalnya nyeri perut atau sakit kepala, tetapi tidak semua anak mengalami gejala yang serupa.

Penyebab Stres Anak

  • Makanan

Kurangnya kandungan gizi pada makanan dapat mneyebabkan pertumbuhan anak tidak optimal dan suplai gizi yang diperlukan tubuh tidak tercukupi sehingga dapat menimbulkan stres. Begitu juga, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan, karena makanan tersebut memiliki kandungan gula yang berlebih dan minim gizi untuk tubuh.

  • Kurang Tidur

Terlalu banyak bermain atau menonton televisi membuat anak kekurangan jam tidurnya. Untuk anak yang telah bersekolah, banyaknya tugas dari sekolah, kegiatan ekstrakurikuler atau kursus yang berlebihan membuat anak kekurangan waktu dan harus menghabiskan waktu untuk menyelesaikan tugasnya sehingga jam tidur berkurang. Kurang tidur dapat menyebabkan emosi dan pikiran anak menjadi tidak stabil dan rentan mengalami stres.

  • Lingkungan Keluarga

Pertengkaran orang tua atau perceraian dapat menyebabkan ketakutan pada anak. Hal ini wajar, karena seorang anak sangat mendambakan kasih sayang orang di sekelilingnya, terutama orang tuanya untuk membuatnya merasa aman dan terlindung.

  • Pola Asuh Orang Tua

Secara umum, pola asuh orang tua terdiri dari 3 macam. Pertama, authoritarian dimana orang tua bersikap otoriter, tidak memberi anak kebebasan dan memaksa anak agar memenuhui tuntutan orang tua bahkan menganiaya anaknya. Kedua, permissive yaitu orang tua sangat membebaskan anaknya walaupun seorang anak belum dapat membuat keputusan dengan tepat dan membiarkan kesalahan anak. Ketiga, authoritative yaitu orang tua menentukan dengan jelas konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil terus memberi perhatian pada anak dan berusaha membentuk anak yang mandiri. Pola authoritative yaitu orang tua menentukan dengan jelas konsekuensi dari setiap tiindakan yang diambil, mereka tidak mengekang anak secara berlebihan juga tidak membebaskannya, tetapi terus memberi perhatian pada anak dan berusaha membentuk anak yang mandiri. Pola autoritative ini yang paling baik untuk membantu kepribadian anak. Stres dapat terjadi pada anak apabila dia merasa tidak dapat memenuhi tuntutan orang tuamua ataupun karena dia harus mengalami konsekuensi buruk akibat kesalahan keputusan yang diambilnya.

  • Penyakit Kronis

Anak bisa merasa stres jika mengalami hal berat, seperti ketika orang taunya menderita penyakit serius atau anak sendiri yang mengalaminya. Kondisi serius pada anak sendiri yang mengalaminya. Kondisi serius pada anak yang bisa membuatnya stres antara lain bila ia menderita Human Immunodeficiency Virus / HIV Down syndrome, obesitas, asma serta Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ ADHD. Bila mengalami penyakit kronis, anak bisa terasing dari pergaulannya atau kegiatan sekolahnya karena harus menjalani pengobatan. Bicaralah dari hati kehati dengan anak, dan berikan dukungan mental padanya dalam melewati masa masa yang sulit.

  • Tekanan Dari Teman

Dalam pergaulannya, seorang anak tidak ingin berbeda dari anak anak lain dari kelompoknya. Perbedaan seorang anak, mungkin karena fisik atau sifatnya dapat memancing ejekan dari teman temannya. Ini pula yang dapat menyebabkan seorang anak merasa stres karena merasa tidak dapat diterima oleh teman temannya.

Cara Mencegah Stres Pada Anak

Sebelum anak mengalami stres, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegahnya, antara lain :

  • Luangkan Waktu Bersama Buah Hati
    Tanyakan mengenai aktivitasnya sehari hari dan bagaimana perasaannya. Hal ini bisa membantu kedua pihak untuk saling memahami dan mendukung
  • Kurangi Aktivitas Anak
    Terutama apabila aktivitas itu membuatnya merasa stres. Diskusikan juga dengan anak untuk menentukan aktivitas apa yang perlu dikurangi
  • Cipatakan Suasaa Rumah Yang Nyaman
    Bebaskan anak untuk melakukan hal hal kesuakaannya. Misalnya beristirahat, bermain, atau membaca.
  • Mendengarkan Cerita Anak
    Dengarkan setiap kali anak ingin menceritakan sesuatu. Dengan cara ini, anda bisa membantu meringankan beban stres yang sedang dihadapi oleh anak.
  • Selalu Berada Didekat Anak
    Mendampingi dan berada di dekat anak saat ia dalam keadaan stres maupun sedih, dapat membuatnya merasa lebih tenang, dan mampu menghadapi masalahnya dengan lebih baik.

Dengan menjadi pendengar yang baik, orang tua bisa memahami apa yang dialami dan dirasakan oleh anak, sehingga bisa memberikan jalan keluar dari tekanan dan stres yang sedang dihadapinya. Anak pun bisa tumbuh dengan lebih sehat dan bahagia. Terimakasih semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *