Ini dia Bayi Baru Lahir Yang Boleh Dibawa Keluar Rumah

Ini dia Bayi Baru Lahir Yang Boleh Dibawa Keluar Rumah

Setelah malahirkan, mungkin tidak asing bagi bunda mendengar nasihat agar bayi yang baru lahir tidak segera dibawa keluar rumah. Bahkan, sebagian mengatakan perlu menunda sampai usia bayi 40 hari.

Hal ini bisa jadi membingungkan, terlebih bagi bunda yang baru menjadi ibu. Wajar jika imbauan dari orang orang disekitar membuat bunda jadi khawatir membawa si kecil yang baru lahir untuk berinteraksi di luar rumah. Yuk, cari tahu kapan sih sebenarnya bayi baru lahir boleh dibawa keluar rumah.

Ini dia Bayi Baru Lahir Yang Boleh Dibawa Keluar Rumah

Perhatikan Kondisi Kesehatan Bayi

Secara medis, sebenarnya tidak ada patokan yang pasti kapan bayi baru lahir bisa dibawa keluar rumah. Memang perlindungan dan perhatian ekstra perlu diberikan bagi bayi baru lahir, terutama jika bayi memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh atau lahir prematur. Namun, umumnya bayi tidak perlu tinggal dalam rumah hingga berminggu minggu setelah dilahirkan kok, bun. Selama kondisi bayi sehat, bunda dapat membawa bayi keluar rumah.

Mengajak bayi keluar rumah juga terbukti membuat bayi tidur lebih lelap dimalam hari selain itu mengajak bayi keluar juga akan berdampak baik terutama jika kamarnya tidak memiliki ventilasi udara yang baik, atau ketika sedang ada yang sakit dirumah.

Mempersiapkan Bayi Sebelum Keluar Rumah

Walaupun umumnya aman, tetapi tetap ada hal hal yang harus diperhatikan sebelum membawa bayi baru lahir keluar rumah, yakni :
>> Perhatikan cuaca
Pastikan cuaca di luar cukup bersahabat untuk bayi. Tidak terlalu terik dan juga tidak sedang hujan deras.

>> Sesuaikan Pakaian Bayi
Bunda, sebaiknya sesuaikan pakaian bayi dengan cuaca dan tujuan kemana akan pergi. Hindari memakaiakan pekaian yang terlalu minim atau tipis saat akan pergi ke mall dengan pendingin ruangan. Jangan lupa bawa selimut dan jaket. Sebaiknya, hindari memakaikan pakaian yang terlalu tebal dan tertutup saat akan membawa bayi ketempat yang hangat.

>> Hindari Paparan Matahari Langsung
Bunda dianjurkan untuk menghindarkan bayi dari paparan sinar matahari langsung, dengan melindunginya menggunakan payung dan topi. Jika bayi dibawa menggunakan stroller, bunda mungkin perlu menggunakan penutupnya. Kulit bayi yang masih lembut dapat terbakar dengan mudah oleh paparan sinar mathaari langsung, dan dapat terjadi kerusakan kulit. Jika perlu, olesi kulitnya dengan tabir surya yang aman untuk bayi.

>> Jangan Dekati Orang Yang Sakit
Hindarkan bayi dari tempat tempat yang terdapat banyak orang sakit. Sistem kekebalan tubuh bayi masih belum berkembang sempurna dan belum cukup kuat untuk memerangi infeksi. Ini mengapa bunda sebaiknya juga menepati jadwal imunisasi bayi.

>> Batasi Waktu Berada Di Lokasi Ramai
Bunda perlu membatasi lamanya waktu si kecil berada di tengah keramaian. Ini karena bunda tidak pernah tahu orang orang disekitar sedang mengalami sakit apa

>> Jangan Biarkan Sembarang Orang Memegang Si Kecil
Sebaiknya jangan biarkan sembarang orang memegang si kecil ya, bun. Atau setidaknya, pastikan mereka mencuci tangan lebih dulu sebelum bersentuhan dengannya.

Selain itu, penting untuk memerhatikan saat yang tepat membawa bayi keluar rumah. Yaitu setelah ia tidur siang atau makan, dan setelah ganti popok. Jangan lupa siap siap membawa perlengkapan bayi. Terutama jika bayi diajak keluar rumah lebih dari satu jam. Ia pasti perlu pakaian, makanan, dan popok ekstra. Terimakasih semoga artikel ini bisa membantu bunda bunda yaa.

Waspadai Terhadap Gejala Infeksi, Telinga Bayi Bau

Waspadai Terhadap Gejala Infeksi, Telinga Bayi Bau

Bunda, jangan abaikna bau tak sedap yang muncul darij telinga si kecil, karena telinga bayi bau bisa menjadi gejala infeksi telinga, lho. Namun jangan khawatir, bunda bisa melakukan perawatan dirumah untuk mengatasinya.

Pada dasarnya, kotoran telinga merupakan cara alami tubuh untuk melindungi telinga dari masuknya kuman, dan benda asing seperti debu yang berpotensi menginfeksi gendang telinga. Lain halnya jika telinga bayi bau dan disertai cairan putih atau kekuningan, itu menjadi tanda bahwa telinga si kecil mengalami infeksi.

Waspadai Terhadap Gejala Infeksi, Telinga Bayi Bau

Tanda dan Gejala Infeksi Pada Telinga

Penyebab utama telinga bayi bau adalah infeksi telinga bagian tengah (otitis media). Kondisi ini terjadi karena adanya peradangan ditelinga bagian tengah yang menyebabkan penumpukan cairan dibelakang gendang telinga dan kemudian menjadi terinfeksi. Infeksi telinga ini bisa disebabkan oleh bakteri virus.

Selain telinga bayi bau, berikut adalah tanda dan gejala infeksi telinga pada si kecil yang bisa bunda kenali :
>> Keluar Cairan Putih Kekuningan
Ini mengindikasikan adanya lubang kecil di gendang telinga. Namun jangan khawatir, keluarnya cairan akan berhenti begitu infeksi diobati.

>> Hilang Nafsu Makan
Ini dikarenakan infeksi telinga membuat kegiatan mengunyah dan menelan menjadi sakit.

>> Sulit Tidur
Posisi berbaring membuat infeksi telinga lebih terasa menyakitkan, sehingga bayi menjadi sulit tidur.

>> Demam
Seperti penyakit infeksi pada umumnya, infeksi telinga pada bayi dan anak juga dapat menyebabkan demam. Demam merupakan respons kekebalan tubuh untuk melawan infeksi

>> Munculnya Rasa Sakit
Si kecil akan mengalami rasa nyeri ditelinga. Karena itu, dia akan sering menangis dan lebih

>> Kesulitan Mendengar dan Masalah Ketidakseimbangan Tubuh
Penumpukan cairan ditelinga bagian tengah dapat mengganggu pendengaran. Jika infeksi sudah menyebar ke telinga bagian dalam, akan terjadi gangguan keseimbangan tubuh, yang biasanya terlihat pada anak yang sudah dapat berjalan, yaitu dari cara berjalannya yang tidak stabil.

Cara Mengatasi Telinga Bayi Bau Karena Infeksi

Telinga bayi bau karena infeksi bakteri bisa diatasi dengan pemberian antibiotik sesuai resep dokter. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk dikonsumsi selama 7 hingga 10 hari. Jika si kecil demam dan merasakan sakit ditelinganya, maka dokter akan meresepkan obat penghilang rasa sakit dan pereda demam seperti paracetamol, serta obat tetes telinga.

Penggunaan antibiotik harus dengan hati hati dan sesuai anjuran dokter, hal ini untuk mencegah perkembangan bakteri yang bisa menjadi kebal terhadap antibitotik. Terkadang, infeksi telinga tidak memerlukan pengobatan apapun dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun jika tidak ada perkembangan setelah dua hingga tiga hari, segera hubungi dokter kembali.

Perawatan di Rumah Untuk Atasi Infeksi Telinga

Berikut beberapa tips perawatan secara mandiri dirumah yang bisa anda lakukan untuk mengatasi telinga bayi bau karena infeksi adalah :

1. Kompres Hangat
Cobalah kompres hangat telinga si kecil selama sekitar 10 sampai 15 menit. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa sakit
2. Menjaga kecukupan cairan
Jaga si kecil untuk tetap terhidrasi dengan memberinya cukup asupan cairan. Karena dengan menelan dapat membantu membuka saluran eustchius sehingga cairan yang terperangkap dapat mengalir.
3. Tinggikan Kepala Si Kecil
Letakkan dua bantal dibawah kasur atau matras si kecil untuk memperbaiki pengeringan sinusinya. Jangan meletakkan bantal langsung dibawah kepala bayi
4. Hindari Penggunaan Dot
Penggunaan dot atau empeng ternyata tidak disarankan untuk bayi yang mengalami infeksi telinga. Hal ini karena menggunakan dot untuk menenangkan bayi yang sedang sakit telinga berisiko menimbulkan infeksi telinga berulang.

Bayi dan anak anak memang lebih rentan terhadap infeksi telinga, karena mereka memiliki saluran eustachius mereka lebih kecil dan mudah tersumbat. Seiring pertumbuhan anak menjadi dewasa, saluran ini akan menjadi lebih besar, sehingga cairan terkuras lebih mudah.

Mitos Dan Fakta Seputar Kesehatan Untuk Pencernaan Anak

Mitos Dan Fakta Seputar Kesehatan Untuk Pencernaan Anak

Bunda pasti kerap mendengar berbagai mitos yang beredar di masyarakat terkait kesehatan pencernaan si kecil. Namun bagaimana dengan fakta yang sebenarnya? Dan bagaimana peran nutrisi yang tepat dalam menjaga kesehatan pencernaan si kecil. Yuk simak ulasan berikut ini.

Gangguan fungsi saluran cerna menjadi masalah umum yang kerap di alami oleh anak anak dalam kesehatan mereka. Gangguan fungsi saluran cerna merupakan kondisi yang dapat terjadi pada sistem pencernaan. Gejalanya bisa beragam, seperti nyeri perut, diare, sembelit, kembung, mual dan mulas, yang kerap membuat si kecil rewel karena ketidaknyamanan yang dirasakan.

Mitos Dan Fakta Seputar Kesehatan Untuk Pencernaan Anak

Mitos dan Fakta Tentang Pencernaan Anak

Berikut ini beberapa mitos dan fakta tentang gangguan fungsi saluran cerna yang umumnya terjadi pada si kecil :

Minyak Angin atau Minyak Kayu Putih Sebagai Pereda Kembung
Mitos : Mengoleskan minyak angin atau minyak kayu putih dapat meredakan sakit perut pada si kecil

Fakta : Belum ada bukti klinis bahwa mengoleskan minyak angin atau minyak kayu putih dapat meredakan kembung pada si kecil. Namun, sensasi hangat yang ditimbulkannya dapat membuat si kecil merasa lebih nyaman. Perut kembung dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah mengonsumsi makanan penghasil gas seperti brokoli, kol, bawang dan kedelai.

Beberapa studi membuktikan bahwa konsumsi asupan laktosa yang direndahkan dan kaya serat dapat mengurangi risiko kembung dan gejala gangguan fungsi saluran cerna lainnya. Oleh sebab itu ibu dapat memberikan nutrisi dengan kandungan serat yang cukup dan laktosa rendah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kembung pada si kecil. Bila keluhan tampak sangat mengganggu si kecil dan tidak kunjung teratasi, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter.

Gumoh Dapat Memengaruhi Nutrisi Anak

Mitos : Gumoh dapat mengganggu keseimbangan nutrisi si kecil

Fakta : Mitos ini tidak sepenuhnya salah, karena selama terjadi dalam batas yang wajar, gumoh tidak perlu di khawatirkan, namun bila terjadi secara berlebihan, maka bisa saja hal ini memengaruhi nutrisi dan tumbuh kembangnya, sehingga patut untuk diwaspadai. Meski kerap mengkhawatirkan, sebenarnya gumoh adalah hal yang wajar terjadi dalam proses perkembangan si kecil, hal ini karena ukuran lambungnya masih kecil. Di usia ini juha, cincin otot yang menunjang proses minum atau menelan si kecil belum bisa bekerja dengan sempurna.

Tidak perlu khawatir, karena si kecil umumnya akan berhenti mengalami gumoh setelah melewati usia 6 bulan. Gumoh dan muntah perlu dibedakan, gumoh terjadi sesaat setelah mendapat asupan, biasanya terjadi dengan mudah, tanpa tekanan dari perut si kecil dari bersamaan dengan sendawa dalam jumlah yang sedikit. Sedangkan muntah memiliki aliran yang lebih kuat dari dalam perut hingga keluar dari mulut dalam jumlah banyak. Muntah kerap kali menandakan gangguan pada pencernaan si kecil, seperti infeksi saluran cerna. Jadi, bila gumoh dinilai berlebihan (kira kira hingga lebih dari 2 sendok makan), gumoh terjadi dengan tekanan kuat menyerupai muntah, serta gumoh menetap hingga diatas usia 6 bulan, jangan ragu untuk membawanya ke dokter.

Kopi Dapat Mengatasi Sembelit Pada Si Kecil

Mitos : Beberapa mitos yang berkembang dikalangan ibu menyebut memberikan kopi pada si kecil dapat mengatasi sembelit.

Fakta : Sembelit atau konstipasi adalah suatu keluhan sulit BAB yang sering dialami banyak orang termmasuk anak anak, kondisi ini secara utama berkaitan dengan kurangnya asupan serat dan kesehatan saluran cerna. Kopi memang dapat memancing aktivitas saluran cerna, namun disaat yang bersamaan kopi memancing peningkatan produksi urine, yang menyebabkan cairan banyak terbuang dari tubuh, termasuk pada pencernaan, ini dapat membuat kotoran semakin kehilangan kelunakannya, dan menjadi lebih sulit unuk BAB.

Lebih jauhnya, anak anak bahkan belum bisa mencerna kopi dengan baik, dan kandungan kafein didalamnya dapat memberikan efek yang mengganggu seperti gelisah, berdebar-debar, sakit kepala, sulit tidur dan gangguan pencernaan.

Asupan makanan dan minuman yang mengandung serat dan prebiotik, dapat membantu mengurangi gejala sembelit dan gangguan saluran cerna lainnya. Serat menjaga dan membantu kinerja saluran cerna dengan baik. Selain itu makanan atau minuman yang mengandung prebiotik, termasuk galakto-oligosakarida (GOS) dan frukto-oligosakarida (FOS), juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan saluran cerna melalui fungsinya memelihara bakteri baik (probiotik) yang hidup di usus.

Nutrisi Tepat Untuk Kesehatan Pencernaan Si Kecil

Terlepas dari cara apapun yang dilakukan untuk menangani keluhan gangguan fungsi saluran cerna si kecil, mencegah selalu lebih baik dari mengobati. Ada rumus sederhana untuk menjaga sistem pencernaan si kecil tetap sehat, yaitu serat, cairan dan aktivitas fisik.

Untuk menjaga kesehatan pencernaan si kecil, ibu perlu memerhatikan kelengkapan asupan nutrisinya, seperti dengan memberikan asupan cukup serat dari buah, sayur, yoghurt dan biji bijian yang membantu penyerapan nutrisi, makanan berserat dan juga susu seringkali mengandung prebiotik seperti FOS dan GOS yang mampu mmeberi nutrisi bagi bakteri baik di usus, vitamin dan mineral (Vitamin A, B, C, dan D) juga zat besi baik dari daging sayuran hijau maupun susu.

Pastikan ibu mencukupi asupan cairan, dan memastikan higienitas makanan dan minuman si kecil. Selain itu, ajak si kecil untuk tetap aktif, guna memaksimalkan kinerja organ tubuhnya, termasuk saluran pencernaan dan daya tahan tubuhnya. Jika keluhan pencernaan si kecil semakin mengganggu jangan ragu untuk membawanya ke dokter.

Obat Menyembuhkan Mata Bengkak Anak Sesuai Penyebab

Obat Untuk Menyembuhkan Mata Bengkak Anak Sesuai Penyebab

Pilihlah obat mata bengkak sangat beragam. Mulai dari obat tetes mata yang dapat dibeli bebas atau harus melalui resep dokter, antibiotik yang diteteskan, hingga krim atau salep yang dioles. Menggunakan obat mata bengkak tergantung pada penyebab serta kondisi yang menyertainya.

Mata bengkak atau edema periorbital merupakan kondisi yang mengacu pada kelebihan cairna dalam jaringan ikat di sekitar mata. Mata bengkak seringkali terjadi di kelopak mata dan dapat mengganggu aktivitas anda. Kondisi ini bisa muncul akibat beberapa sebab, karena itu sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat mata bengkak.

Obat Untuk Menyembuhkan Mata Bengkak Anak Sesuai Penyebab

Memakai Obat Mata Bengkak Sesuai Penyebab

Pastikan terlebih dahulu apa penyebab mata bengkak, sebelum menentukan jenis obat mata bengkak yang akan digunakan. Selain itu, pengobatan mata bengkak juga perlu disesuaikan dengan derajat keluhan yang dirasakan.

Penyebab mata bengkak yang sering terjadi antara lain : Alergi, infeksi, dan cedera pada mata. Berikut adalah pengobatan untuk mata bengkak sesuai penyebabnya.

1. Alergi Pada Mata
Jika mata bengkak disebabkan oleh alergi, maka anda perlu menghindari faktor penyebab alergi. Untuk pengobatan, umumnya dokter akan memberi resep obat tetes mata seperti air mata buatan ( artificial tears) untuk membilas mata dari bahan penyebab alergi, dan antihistamin baik dalma bentuk tetes mata maupun obat minum. Dokter juga dapat memberikan kortikosteroid dalma bentuk tetes mata, untuk mengobati reaksi alergi yang lebih parah.

2. Infeksi Pada Mata
Mata bengkak akibat infeksi akan menimbulkan peradangan yang disebut konjungtivitis, konjungtivitis karena infeksi seringkali disebabkan oleh virus atau bakteri dan dapat menular. Meski demikian, mata bengkak akibat konjungtivitis virus biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Namun yang mengganggu. Namun jika mata bengkka diakibatkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberi resep antibiotik dalam bentuk tets mata atau salep mata. Jika mata bengkak disebabkan oleh kondisi seperti bintitan dan kalazion, anda bisa mengompres air hangat pada mata yang bengkak untuk membantu penyembuhan, sebelum menggunakan obat mata bengkak. Selain itu, saat mengalami mata bengkak akibat bintitan, hindari penggunaan make up disekitar mata, karena dapat menyebabkan infeksi berulang.

3. Cedera Mata
Cedera pada mata sering menyertai cedera pada bagian wajah dan kepala. Mata bengkak akibat cedera biasanya menimbulkan nyeri dan memar pada mata yang terluka. Cedera mata ringan dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Untuk mengatasi keluhan, anda perlu beristirahat dan memberikan kompres dingin selama sekitar 20 menit pada mata yang bengkak. Anda juga dapat mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol, jika diperlukan.

Tips Mencegah Mata Bengkak

Ada beberapa cara mencegah agar mata tidak bengkak. Diantaranya adalah sebagai berikut :
>> Menghindari penyebab alergi
Lakukan pemeriksaan alergi untuk mengetahui dengan pasti apa saja penyebab alergi yang anda alami. Dengan demikian, anda dapat menghindari penyebab penyebab tersebut untuk mencegah terjadinya mata bengkak
>> Gunakan pelindung mata
Bagi anda yang serinng melakukan aktivitas dengan risiko tinggi terkena cedera mata, penting untuk menggunakan pelindung mata. Kacamata khusus yang berbahan polycarbonate juga dapat melindungi anda dari sinar ultraviolet
>> Menggunakan obat tetes mata tanpa pengawet
Saat anda menggunakan obat tetes mata, gunakanlah obat atau produk yang tanpa pengawet. Hal itu dikarenakan obat tetes mata dengan pengawet kemungkinan mengandung zat iriatif yang dapat menyebabkan iritasi mata.
>> Menjaga kebersihan tubuh
Sering mencuci tangan dan menghentikan kebiasaan menyentuh mata dapat mengurangi risiko infeksi pada mata yang dapat menyebabkan mata bengkak. Jika diperlukan, gunakan handuk atau tisu bersih saat membersihkan wajah dan mata.
>> Rajin membersihkan lensa kontak
Bagi anda yang menggunakan lensa kontak, anda harus rutin membersihkan dan mengganti lensa kontak anda. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko infeksi mata atau iritasi.

Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar dapat diketahui penyebab mata bengkak yang anda alami, sehingga dapat memberikan pengobatan yang tepat dan juga aman. Jika anda mengalami hal yang tidak biasa pada mata anda, seperti merasa ada sesuatu yang menempel dimata, nyeri pada mata, pandangan kabur berhari hari dan terdapat gangguan penglihatan saat mata bengkak, maka sebaiknya segera kunjungi dokter agar diberi perawatan lebih lanjut.

Waspadai Terhadap Gejala Berat Badan Kurang Pada Si Kecil

Waspadai Terhadap Gejala Berat Badan Kurang Pada Si Kecil

Mengenali berbagai gejala si kecil mengalami gangguan pertumbuhan harus dipahami oleh para orang tua. Salah satu tanda yang terlihat yakni si kecil memiliki berat badan kurang. JIka si kecil bertubuh kurus, anda dianjurkan berhati hati. Pasalnya, ada banyak alasan dan penyebab dari berat badan kurang. Jika sikecil bertubuh kurus, anda dianjurkan berhati hati. Pasalnya, ada banyak alasan dan penyebab dari berat badan kurang, seperti faktor genetik, kurangnya asupan nutrisi serta kondisi medis tertentu.

Waspadai Terhadap Gejala Berat Badan Kurang Pada Si Kecil

Prevalensi Anak dengan Berat Badan Kurang di Indonesia

Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan RI tahun 2016, terdapat sekitar 8,9 persen anak yang mengalami berat badan dibawah normal (kurus) dan sekitar 3,7 persen yang masuk kesalam kategori sangat kurus.

Untuk mewaspadai berat badan kurang, anak anak perlu melakukan penimbangan berat badan secara rutin, yakni pada usia baru lahir hingga 5 tahun. Terdapat acuan berat badan normal untuk si kecil yang dikeluarkan dari Departemen kesehatan RI, yakni Kartu Menuju Sehat (KMS). Petugas kesehatan di Puskesmas dan Posyandu akan menimbang berat badan si kecil.

Jika setelah ditimbang hasil KMS menunjukan berat badan anak berada pada zona antara garis hitam dan garis merah (z score berada di antara angkat -3 SD sampai di dengan <-2SD), maka bunda harus berhati hati, karena berarti berat badan anak tersebut dibawah normal, yang jika tidak ditangani maka si kecil bisa saja mengalami malnutrisi.

Ini Kurus Yang Tidak Normal

Malnutrisi atau kekurangan gizi adalah masalah gizi yang umum ditemukan di seluruh dunia. WHO atau badan kesehatan dunia mempekirakan sekitar 181,9 juta atau 32 persen anak yang tinggal dinegara berkembang mengalami malnutrisi atau busung lapar, dan sekitar 5 juta kasus kematian anak dibawah usia 5 tahun didaerah tersebut disebabkan oleh malnutrisi.

Penting bagi anda untuk mengetahui penyebab si kecil mengalami berat badan kurang. Beberapa hal yang dapat menyebabkan si kecil memiliki berat badan kurang (underweight), diantaranya :

>> Faktor genetik
>> Kurang asupan gizi
Makanan menyediakan energi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil untuk membuatnya menjadi sehat. Jika si kecil tidak mendapatkan kalori dan nutrisi yang cukup, meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Ia bisa mengalami kekurangan gizi.

>> Kondisi medis tertentu :
– Mengalami infeksi
– Adanya masalah pada usus, jantung, hormon, paru-paru, dan juga hati.
– Anak anak dengan fibrosis kistik yang mengalami kesulitan menyerap nutrisi. Penyakit ini menyerang pankreas, yakni orga yang bertugas memproduksi enzim yang diperlukan untuk pencernaan.

Selain memiliki tubuh yang kurus, tanda lain yang dapat diperhatikan untuk mengetahui si kecil memiliki berat badan kurang, adalah tulang rusuk si kecil yang terlihat jelas saat anda memandikannya, ukuran pakaian yang tidak bertambah setelah beberapa bulan, berat tubuhnya yang tidak bertambah, serta rentan sakit.

Lakukan Ini Untuk Menambah Berat Badan Si Kecil

Berat badan kurang pada si kecil bukanlah hal yang dapat dianggap sepele. Selain menggunakan KMS, ibu juga dapat mewaspadai berat badan dan tumbuh kembang si kecil untuk memantau perkembangan berat badan si kecil. Ibu cukup memasukkan data data si kecil berupa berat badan, tanggal lahir, dan juga tinggi badan untuk melihat status pertumbuhan si kecil.

Penting bagi para ibu untuk selalu melakukan pengecekan rutin kondisi kesehatan si kecil ke puskesmas atau pos yandu terdekat. Jika berat badan si kecil tidak mengalami kenaikan selama dua kali pemeriksaan rutin berturut turut, maka segera bawalah buah hati anda ke petugas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagi bayi berusia dibawah 6 bulan, ASI merupakan sumber asupan utama. Apabila berat badan kurang terjadi pada usia ini, dimana bayi masih mengonsumsi ASI, konsultasikanlah dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Sementara untuk anak diatas usia 6 bulan yang mengalami berat badan kurang, beberapa cara ini dapat membantu si kecil untuk menambah berat badannya :

>> Biarkan si kecil mengonsumsi makanan berlemak, yang mengandung lemak baik. Anda dapat mengoleskan mentega ke rotinya, menambah parutan keju diatas pastanya, menambahkan mayones pada roti isinya. atau jika dia telah berumur 4 tahun atau lebih, anda dapat menambahkan selai kacang untuknya.
>> Berikan si kecil camilan berkalori timggi seperti keju, biskuit selai kacang, daging, atau yoghurt
>> Buatlah sup dengan menggunakan susu dan bukan air. Membuat sup dari susu berperan dalam menambah asupan kalori si kecil
>> Konsumsi buah pisang dan alpukat sebagai camilan diantara waktu makan
>> Konsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayuran dalam sehari
>> Pilihlah protein tanpa lemak. Seperti kacang kacangan, ikan, telur, dan sumber protein lainnya.

Selain itu, anda juga dapat memberinya asupan tambahan dalam bentuk susu dengan kalori dan nutrisi yang di formulasikan khusus untuk mencegah dan mengatasi kasus malnutrisi ini.

Kendati ingin menambah berat badan si kecil, bukan berarti anda bebas memberikan segala jenis asupan padanya. Jangan berikan asupan tinggi kalori yang kurang sehat, seperti minuman manis, permen, atau keik, karena minuman dan makanan tersebut tidak mengandung nilai gizi yang baik.

Jika anda telah menerapkan beberapa cara diatas namun si kecil tetap memiliki tubuh yang kurus serta mengalami beberapa gejala underweight, ada baiknya anda segera konsultasikan kondisi buah hati anda ke dokter spesia;is anak atau ahli gizi.