Hipertensi Ternyata Bisa Terjadi Kepada Anak


Hipertensi Ternyata Bisa Terjadi Kepada Anak – Banyak orang yang mengira tekanan darah tinggi atau hipertensi, hanya dialami orang dewasa atau lanjut usia ( Lansia ). Padahal kondisi ini juga bisa terjadi pada anak anak. Yuk bunda, kenali penyebab dan cara mengatasinya.

Tekanan darah terukur dari seberapa kuat tekanan yang diberikan saat darah mengalir melalui pembuluh darah. Pada penderita hipertensi, darah yang di pompa memiliki tekanan yang terlalu kuat ke pembuluh darah, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, jantung dan organ tubuh lain.

Penyebab Hipertensi Pada Anak

Hipertensi alias tekanan darah tinggi merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah. Menurut Dr. Nitish Basant Adnani seseorang dikatakan mengalami hipertensi bila tekanan darah sitolik >140 mmHg dan tekanna darah diatolik >90 mmHg.

Beberapa hal yang memiliki hubungan erat dengan hipertensi pada anak, diantaranya :

  • Riwayat Keluarga

Faktor genetik alias keturunan kerap dihubungkan dengan kejadian hipertensi pada anak. Ini berarti, anak yang lahir dari orang tua hipertensi lebih berisiko untuk mengalami penyakit tekanan darah tinggi.

  • Stres

Banyak perkara yang memungkinkan sesorang anak mengalami stres, misalnya tugas sekolah ketergantungan terhadap televisi atau game, dan sebagainya. Menurut dr. Adithia kwee, stres yang dialami oleh anak dapat menyebabkan perubahan sejumlah hormon didalam tubuh, sehingga hipertensi kerap tak bisa dihindari.

  • Berat Badan Berlebih

Anak dengan berat badan berlebih atau obesitas lebih berisiko untuk mengalami hipertensi. Hal ini terjadi karena obesitas dapat berujung pada resistensi insulin, sehingga gangguan pada pembuluh darah, transportasi ion antar sel, serta retensi

  • Gaya Hidup

Kurangnya aktivitas fisik, kebutuhan gizi yang tak terpenuhi, serta konsumsi kalori dan garam yang tinggi pada anak dihubungkan dengan peningkatan risiko hipertensi di kemudian hari.

  • Penyakit Lain

Hipertensi bisa terjadi akibat adanya penyakit lain yang mendasari. Beberapa penyakit tersebut, misalnya peradangan pada ginjal, infeksi ginjal kronik, penyumbatan aliran urine, batu ginjal, kelainan kongenital saluran kemih, penyempitan pembuluh darah ginjal dan sebagainya.

Gejala Hipertensi Pada Anak

Hipertensi menjadi penyakit yang kerap hadir tanpa disadari. Pasalnya, penyakit ini umumnya tidak memberikan gejala yang spesifik sehingga sulit dideteksu hanya dengan mata telanjang.

Meski demikian, IDAI meyakini bahwa hipertensi yang terjadi pada bayi baru lahir akan memberikan gejala sebagai berikut :

  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Gelisah
  • Pucat atau sianosis
  • Muntah
  • Kejang

Sementara pada anak yang lebih besar, tanda dan gejala hipertensi yang mungkin terjadi meliputi :

  • Badan Lemas
  • Mudah Lelah
  • Kejang
  • Tidak Nafsu Makan
  • Penurunan Kesadaran
  • Sakit Kepala Mendadak
  • Penglihatan Kabur
  • Sering Mual
  • Mimisan Tanpa Sebab
  • Nyeri Dada
  • Perawatan Pendek
  • Kelumpuhan Otot

Cara Mengatasi Hipertensi Pada Anak

Untuk memastikan diagnosis hipertensi pada anak, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta bertanya pada orang tua mengenai riwayat kesehatan anak, tingkat aktivitas dan nutrisi serta riwayat kesehatan keluarga.

Kemudian akan dilakukan pemeriksaan tekanan darah, kemungkinan akan dilakukan beberapa kali untuk memastikan tekanan darah ( Umumnya perlu dilakukan pengecekan kunjungan dokter lebih dari satu kali). Selai itu, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan lain, termasuk tes darah, tes urine, rekam jantung (EKG) dan USG jantung atau ekokardiografi.

Apabaila hipertensi disebabkan penyakit atau gangguan kesehatan lain, maka mengatasi kondisi tersebut, umumnya dapat mengendalikan tekanan darah. Misalnya jika hipertensi disebabkan kelebihan berat badan, maka setelah anak berhasil menurunkan berat badan dan tekanan darah telah terkendali, konsumsi obat hipertensi dapat dihentikan.

Hipertensi anak sebaiknya segera mendapat penanganan yang tepat. Jika tidak segera ditangani, hipertensi menyebabkan komplikasi berat bagi kesehatan jantung, pembuluh darah dan ginjal.

Agar Anak Terhindar Dari Hipertensi

Bunda, tekanan darah anak sebaiknya mulai diperiksa teratur sejak usia 3 tahun, terutama jika ia mengalami kondisi berisiko seperti lahir prematur. Beberapa cara berikut dapat membantu mengurangi risiko si kecil mengalalmi hipertensi.

  • Konsumsi Makanan Sehat

Berikan si kecil makanan sehat dengan pola gizi yang seimbang. Anak perlu mengurangi makanan yang diproses dan minuman manis, serta lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah segar alami, serta makanan dari gandum utuh. Hati hati juga pada makanan yang dengan kadar garam tinggi di restoran cepat saji, seperti ayam goreng garing dan pizza. Jika perlu, dokter gizi dapat membantu bunda untuk saran makanan dan penyajian yang tepat untuk si kecil.

  • Jauhkan Anak Dari Rokok

Meskipun anak tidak merokok, tapi jika ia sering berada di lingkungan orang yang merokok, ia bisa jadi perokok pasif lho, bun. Selain meningkatkan tekanan darah, menjadi perokok pasif juga dapat menyebabkan gangguan pembuluh darah dan jantung.

  • Hidup Aktif Dan Berolahraga Teratur

Olahraga secara rutin sangat dianjurkan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya menjadi anak yang sehat. Jika tidak memungkinkan, pastikan saja si kecil aktif bergerak selama setidaknya satu jam sehari. Jangan lupa juga batasi waktu anak duduk diam seperti menonton TV atau main games ya.

Jadi jangan tunda menciptakan gaya hidup sehat dalma keluarga sejak dini. Agar anak tumbuh sehat dan terhindar dari hipertensi maupun penyakit berbahaya lainnya. Terimakasih semoga bermanfaat.

Tingkatkan Kekebalan Tubuh Dengan Makanan dan Kebiasaan Ini

Tingkatkan Kekebalan Tubuh Dengan Makanan dan Kebiasaan Ini

Selama ini banyak orang berusaha mencari berbagai suplemen untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebenarnya ada cara alami, berupa makanan dan kebiasaan sehari hari yang dapat mendukungnya.

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imunitas akan melindungi tubuh dari ancaman berbagai penyebab penyakit, seperti virus dan bakteri. Sistem ini terdiri dari sel jaringan dan organ organ tubuh yang bekerja sama. Jika sistem kekebalan tubuh tidak bekerja optimal, tubuh pun mudah terserang penyakit.

Makanan Pendukung Imunitas

  • Brokoli

Mulailah konsumsi sayuran ini secara teratur. Sebab, manfaat brokoli mengandung tinggi serat dan antioksidan, serta mengandung vitamin A, C, dan E, kandungan nutrisi pada brokoli membuat sayuran ini dapat membantu menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cara terbaik dalam mengonsumsi brokolo adalah meminimalisir proses memasak, seperti mencelupkan sebentar ke air panas.

  • Bayam

Kandungan antioksidan bayam tidak kalan tinggi dibanding brokoli. Dipadukan dengan beta karoten dan vitamin C, membuat bayam efektif membantu meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh. Sama seperti brokli, masaklah bayam sebentar saja agar nutrisinya tidak terbuang.

  • Bawang Putih

Bahan makanan ini mengandung zat allicin. Kemungkinan besar zat itulah yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sekaligus melawan penyebab infeksi. Mulai kini, tambahkan bawang putih pada masakan anda, sehingga mudah mengonsumsinya.

  • Kunyit

Warna kuning pada kunyit menunjukkan bahwa bahan ini mengandung kurkumin. Bahan makanan berwarna kuning ini juga sudah lama diandalkan sebagai bahan antiinflamasi atau antiradang terutama pada ostroarthritis dan rheumatoid artritis. Lebih jauh lagi, kunyit bahkan diyakini memiliki potensi untuk mencegah tumor dan pembentukan pembulih darah baru yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

  • Pepaya

Manfaat pepaya yang utama yaitu kaya akan nutrisi. Salah satunya adalah papain, enzim pencernaan yang berfungsi sebagai antiinflamasi. Selain itu, pepaya mengandung vitamin B, potasium dan folat. Kandungan vitamin C dalam satu buah pepaya yang dapat memenuhi, bahkan melebihi kebutuhan vitamin C perhari. Mengonsumsi papaya juga dapat memperlancar saluran pencernaan.

Selain itu, penting untuk menghindari terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung tinggi gula. Sebab, kadar gula yang terlalu tinggi dapat menghambat kerja sel kekebalan tubuh dalam melawan bakteri untuk beberapa waktu.

Pola Hidup Yang Tepat

Selain mengatur asupan makanan, menjalani pola hidup sehat juga penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pola hidup sehat yang dimaksud adalah :

  • Olahraga Secara Teratur

Mungkin terdengar klise, tapi ahli medis tidak henti hentinya menyarankan anda untuk berolahraga secara teratur. Misalnya, berjalan kaki sekitar 30 menit tiap hari. Manfaat olahraga dapat memperlancar peradaran darah, membantu mengoptimalkan kinerja organ tubuh dalam proses metabolisme, dan mengurangi stres, sehingga membuat anda merasa lebih segar, dapat tidur lebih nyenyak, juga dapat memperbaiki produksi zat kimiawi dalam tubuh. Hal hal tersebut berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan.

  • Kelola Stres

Tingkat stres yang tinggi atau terjadi secara terus menerus dapat membuat anda mudah terserang penyakit, baik ringan maupun berat. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Sebab, ketika stres melanda, terjadi perubahan hormonal yang akan menekan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya berbagai pneyakit mudah menyerang. Mulai kelola stres dengan bijak, bisa dengan bermeditasi, berintreaksi dengan orang lain atau berkonsultasi pada ahli medis.

  • Tertawa

Terdengar aneh ? Mirip dengan berolahraga, efek tertawa akan membuat tubuh meningkatkan produksi hormon endorfin, yang membantu mengusir hormon stres yang ada didalam tubuh. Hal ini sudah dibuktikan secara ilmiah. Selain itu, tertawa akan meningkatkan produksi sel darah putih yang berperan dalam melawan infeksi.

  • Bergaul

Sebuah penelitian membuktikan orang yang sendirian atau merasa kesepian, sistem kekebalan tubuhnya akan cenderung lebih lemah. Sebaiknya, orang orang yang memiliki teman dan kehidupan sosialnya baik, sistem kekebalan tubuhnya lebih kuat. Karenanya, jangan ragu untuk bergaul dan sesekali bertemu teman.

  • Tidur Yang Cukup

Penelitian telah membuktikan bahwa istirahat yang cukup akan meningkatkan pertahanan tubuh pada saat terkena serangan penyakit. Hal ini terkait dengan produksi protein sitokin oleh sistem kekebalan tubuh terjadi pada saat kita tertidur. Sitokin dibutuhkan ketika menghadapi infeksi, peradangan, maupun saat stres. Mencukupi tidur anda minimal 7-9 jam perhari akan membantu menjaga kekebalan tubuh secara efektif.

Meski bahan bahan makanan diatas dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, anda tetap disarankan mengonsumsi bahan makanan yang bervariasi. Lalu kombinasikan dengan pola hidup sehat. Kedua hal tersebut dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara alami.

Sebaiknya Tunda Dulu Imunisasi Jika Si Kecil Mengalami Ini

Sebaiknya Tunda Dulu Imunisasi Jika Si Kecil Mengalami Ini

Pemberian vaksinasi atau imunisasi memang penting untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya. Tetapi ada kondisi khusus pada anak yang membuat pemberian vaksin ini sebaiknya ditunda. Yuk, simak lebih lanjut.

Ada anggapan bahwa vaksinasi sebaiknya tidak diberikan dulu pada anak yang sedang tidak sehat. Namun, sebenarnya bunda perlu mengenali dulu, apakah sakit yang derita si kecil cukup parah sehingga harus menunda imunisasi, atau tergolong ringan dan masih diperbolehkan imunisasi.

Sakit Ringan Yang Masih Diperbolehkan Imunisasi

Anak yang sakit ringan sebenarnya masih diperbolehkan mendapat vaksinasi. Sebab, sakit ringan tidak akan memengaruhi respons tubuh terhadap imunisasi.

Umumnya anak dapat tetap mendapat imunisasi dengan kondisi :
* Demam ringan, kurang dari 38 Derjat celcius
* Infeksi telinga atau otitis media
* Diare ringan
* Batuk atau pilek
* Sedang mengonsumsi antibiotik
* Pernah mengalami kejang atau epilepsi
* Bayi yang lahir prematur

Imunisasi memang merupakan hal yang wajib dilakukan pada si kecil, tetapi ternyata ada beberapa kondisi yang membuat bunda harus menunda hal ini yaitu :

1. Mengalami Demam Tinggi
Jika si kecil mengalami demam tinggi hingga diatas 38,5 derajat celcius, maka bunda perlu menunda imunisasi, karena jika tetap dilakukan, bisa memperarah keadannya. Segera bawa si kecil ke dokter untuk menurunkan demamnya dan mendapatkan informasi jelas mengenai penyebab gangguan kesehatan tersebut. Dengan rekomendasi dokter, tentukan jadwal pengganti untuk melakukan imunisasi pada si kecil tersayang.

2. Menderita Asma dan Gangguan Paru Paru
Apabila si kecil mengalami asma atau gangguan pada paru paru, maka bunda perlu menunda pemberian imunisasi vaksin flu nasal. Sebab, vaksin ini mengandung virus hidup yang sehat memicu timbulnya asma. Akan jauh lebih aman apabila si kecil mendapatkan imunisasi suntikan yang mengandung virus mati dan tak berbahaya untuk kondisi kesehatannya.

3. Mengalami Reaksi Terhadap Pemberian Vaksin Sebelumnya
Jika pada imunisasi sebelumnya si kecil mengalami reaksi yang cukup parah, maka untuk yang berikutnya bunda bisa menundanya dahulu. Reaksi yang cukup parah ini biasanya ditandai dengan gangguan pernapasan, penurunan tekanan darah, gatal gatal, sakit kepala dan juga demam tinggi. Apabila si kecil mengalami gejala seperti ini, bunda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk memutuskan kapan si kecil bisa menerima imunisasi yang berikutnya.

4. Mengalami Alergi Parah
Perlu lebih waspada memberikan imunisasi pada anak yang pernah alergi akibat vaksin atau terhadap kandungan dalam vaksin. Selain itu, pemberian vaksin flu dan campak pada anak yang alergi telur perlu diberikan hati hati ya bun, Meskipun umumnya dapat ditoleransi anak yang alergi, tapi kemungkinan perlu diberikan secara bertahap dan perlahan.

5. Orang Yang Didalam Rumah Sedang Sakit
Sebaiknya tunda pemberian vaksin, jika dirumah sedang ada orang sakit dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Ingat ya, bun. Menunda bukan berarti anak tidak perlu mendapatkan vaksinasi. Jangan lupa untuk menjadwalkan ulang vaksinasi, agar anak tidak terlalu lama terlambat mendapatkan vaksin. Terimakasih semoga bermanfaat.

Makanan Sehat Untuk Bayi Usia 4-12 Bulan Yang Bunda Harus Tahu

Makanan Sehat Untuk Bayi Usia 4-12 Bulan Yang Bunda Harus Tahu

Makanan sehat bayi usia 4-12 bulan pada dasarnya bayi sudah bisa dikenalkan dan diberikan makanan pendamping ASI ( Air Susu Ibu ) ini pada saat ia berusia 4-6 bulan keatas. Namun, meskipun demikian supaya perkembangan si kecil bisa berlangsung dengan baik, sangat disarankan sekali agar bunda memberikan makanan sehat sesuai dengan porsinya, dan pastikan makanan sehat tersebut sudah dalam keadaan halus dan lembut, untuk memudahkan bayi anda mencerna makanan tersebut. Dan berikut ini adalah beberapa pertanda bahwa bayi anda sudah siap diberikan makanan pendamping ASI.

1. Bobotnya sudah naik 2 kali lipat dari bobot lahir
2. Ia sudah bisa angkat leher dan kepala
3. Ia sudah mulai tertarik dengan apa yang bunda konsumsi
4. Tetap kelaparan meskipun sudah mengkonsumsi ASI
5. Ia bisa menahan makanan dalam mulutnya

Makanan Sehat Untuk Bayi Usia 4-12 Bulan Yang Bunda Harus Tahu

Pilihan Makanan Yang Sehat Untuk Bayi

1. Sereal
Sereal yang terbuat dari satu jenis biji bijian dan sudah diberi tambahan zat besi. Anda bisa mencampurkannya dengan ASI, susu formula, atau air mineral. Menu tambahan ini bisa diberikan pada bayi berusia 6 bulan.

2. Yoghurt
Anda boleh memperkenalkan pada bayi berusia 6 bulan. Kandungan kalsium dan vitamin D yang tinggi pada yoghurt bisa memberi efek baik bagi perkembangan tulang dan giginya. Selain itu, si kecil juga tidak mudah sakit karena yoghurt bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya dan mendukung kesehatan jantung serta otak. Pilih yoghurt rasa tawar tanpa tambahan gula. Lalu, tambahkan pada buah buahan yang dihaluaskan seperti pisang, apel atau alpukat. Anda bisa juga memberi tambahan ASI atau susu formula untuk membuatnya encer agar mudah ditelah olehnya.

3. Sayur Dedaunan Hijau Gelap
Jenis makanan ini mengandung zat besi dan folat tinggi yang baik untuk kesehatannya pilihan sayuran terbaik yang bisa anda berikan kepada si kecil yaitu bayam.

4. Brokoli
Selain kalsium, serat dan folat yang baik bagi perkembangan tubuhnya, brokoli juga diberkahi oleh kandungan sulfur. Kansungan ini bisa memberi rasa unik di lidah yang bisa membuat bayi mengenal berbagai jenis rasa. Tidak hanya itu, brokoli juga memiliki kandungan antikanker.

5. Kacang kacangan
Makanan ini kaya akan protein dan serat. Kacang merupakan salah satu sumber makanan yang sehat, namun hati hati jika si kecil memiliki alergi terhadap kacang

6. Jeruk
Rasa buah yang kaya akan vitamin C dan zat antioksidan ini sangat disukai oleh bayi. Anda bisa memberinya sebagai finger food (camilan)

7. Labu
Sayuran ini memiliki rasa manis yang alami dan bertekstur creamy (Lunak). Selain nikmat disantap, labu kaya akan vitamin A dan C

8. Daging
Mungkin anda berpikir bahwa daging tidak cocok untuk bayi karena teksturnya yang keras. Namun, itu tergantung dari cara memasaknya. Memasak daging yang tepat untuk bayi adalah dengan cara direbus dalam waktu lama agar teksturnya empuk dan mudah dipotong kecil kecil atau dihaluskan. Mengonsumsi daging bagus untuk bayi karena mengandung proteoin, zinc, dan zat besi. Daging sudah bisa diberikan pada bayi berusia 6-8 bulan keatas.

Jangan pula memberinya terlalu banyak garam, karena garam tidak baik bagi kesehatan ginjalnya. Selain itu, hindari memberinya jenis jenis makanan seperti madu, kacang, telur mentah atau setengah matang, jenis ikan laut yang diduga mengandung merkuri, kerang kerangan mentah, makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi, dan makanan rendah lemak. Terimakasih semoga bermanfaat.

Cara Mengasah Secara Optimal Potensi Kecerdasan Si Kecil

Cara Mengasah Secara Optimal Potensi Kecerdasan Si Kecil

Selain memberi asupan nutrisi yang cukup dan seimbang, para orang tua juga harus mengetahui potensi yang dimiliki anaknya dengan baik. Dengan mengenali potensi tersebut, orang tua juga harus mengetahui potensi yang dimiliki anaknya dengan baik. Dengan mengenali potensi tersebut, orang tua dapat lebih mudah memahami, mengarahkan serta mengembangkan bakat si kecil.

Masa kanak kanak adalah periode tumbuh kembang yang paling cepat dalam kehidupan manusia. Sejak lahir hingga usia delapan tahun adalah momen yang sangat penting bagi perkembangan kognitif, emosional, dan fisik si kecil. Pada rentang usia tersebut, otaknya berkembang dengan cepatb dan dapat menampung segala informasi yang bunda berikan.

Cara Mengasah Secara Optimal Potensi Kecerdasan Si Kecil

Ini Tips Mengenali Potensi Si Kecil

Potensi anak bisa saja mulai timbul sejak dini, namun biasanya baru mulai dapat dikenali lebih jelas pada usia 2 tahun sampai 4 tahun. Ada beberapa indikator yang bisa digunakan untuk mengukur potensi anak, antara lain perkembangan pola pikir, kemampuan berkomunikasi, daya ingat, fokus dan daya tangkap, motivasi untuk belajar, serta rasa keingintahuan yang besar.

Selain itu, anak yang berbakat dapat menunjukkan salah satu atau beberapa ciri berikut :

* Menujukkan bakat khusus yang di milikinya, seperti kemampuan artisik atau bermain dengan angka
* Memiliki rasa ingin tahu besar, ditandai dengan tidak berhenti untuk bertanya segala hal yang diketahuinya
* Mempunyai kemampuan bicara dan perkembangan berbahasa yang lebih cepat dibanding anak seusianya
* Mampu mengingat informasi yang didapatkan, baik dari televisi, buku, atau dari cerita orang lain.
* Menunjukkan perkembangan kemampuan yang lebih maju dan lebih cepat jika dibandingkan dengan anak seusianya
* Mampu berkonsentrasi untuk melakukan satu hal dalam waktu yang lama
* Terlihat aktif dan tertarik untuk melakukan kegiatan yang sulit

Secara umum, potensi si kecil dapat dibagi kedalam enam jenis keterampilan penting, yaitu :

* Keterampilan Verbal
Salah satu bentuk keterampilan verbal adalah kemampuan berbahasa. Anak anak yang berbakat dalam kategori ini biasanya menunjukkan perkembangan kemampuan berbahasa yang signifikan pada usia 2 tahun.
* Keterampilan Fisik
Keterampilan fisik meliputi kemampuan anak dalam bergerak. Contohnya adalah menari atau bermain bola
* Keterampilan Kreatif
Keterampilan kreatif merupakan kemampuan untuk menghasilkan ide yang baru serta berguna. Salah satu tanda anak memiliki keterampilan kreatif adalah mampu menemukan cara baru dalam mengatasi masalah. Misalnya, membuat bangunan baru yang berbeda dari instruksi pada mainan balok yang diberikan.
* Keterampilan Interaktif
Keterampilan interaktif melibatkan kecerdasan interpersonal. Anak dengan keterampilan ini, memiliki kemampuan yang baik untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang orang sekitarnya. Biasanya, dia akan mudah bergaul dengan siapa saja.
* Keterampilan Kognitif
Keterampilan kognitif bisa diartikan sebagai kemampuan berpikir, mengingat, serta memahami sesuatu. Anak yang memiliki keterampilan ini mampu menangkap suatu hal baru dengan cepat.

Cara Mengasah Potensi Si Kecil

Meski bakat anak bisa saja berkembang tanpa diajarkan, namun dengan bimbingan yang tepat, maka potensi yang dimiliki anak akan berkembang lebih optimal.

Cara mengasah bakat atau potensi anak berbeda beda, tergantung jenis keterampilan yang dimilikinya. Sebagai contoh, jika anak anda memiliki keterampilan motorik halus, sebaiknya arahkan dia untuk selalu belajar memanfaatkan kemampuan koordinasi mata dan gerakan jari ktangan, melalui ragam aktivitas yang disukai.

Berbeda jika dia memiliki keterampilan kognitif yang lebih kuat. Anda dapat mengatahkan anak agar selalu aktif bergerak dan berolahraga, untuk mengoptimalkan produksi hormon yang meningkatkan fungsi memori. Selain itu juga bisa mengajak anak berlatih memainkan alat musik, untuk memperkuat fungsi dan komunikasi antar bagian otak, atau memainkan permainan yang mengasah otak seperti catur atau lego.

Ajak anak untuk lebih banyak membaca atau menikmati lirik musik bersama. Kegiatan ini akan mendukung keterampilan verbal anak dengan memperkaya kosakatanya. Selain itu, libatkan anak dalam aktivitas sosial bersama teman sebayanya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interaktif anak.